Saturday, November 24, 2007

Thanksgiving

Dear Ibu dan Lita,
Ayah mau cerita sedikit tentang thanksgiving day yang dirayakan publik Amerika hari Kamis minggu ini. Thanksgiving merupakan hari festival dan sangat identik dengan makan kalkun. Silahkan baca sejarahnya di sini.
Ayah libur dari kantor karena ini memang hari libur nasional. Kali ini ayah diudang oleh Pak Nyoman untuk datang ke rumahnya di New Jersey untuk merayakan thanksgiving bersama orang Bali lainnya. Memang selama dua bulan di sini, belum sekalipun ada kumpul-kumpul dengan semeton Bali di New York. Kemaren ada saat yang tepat.

Ayah datang ke sana naik kereta dan bus yang ditempuh kira-kira 1.25 jam perjalanan. Perjalanan menyenangkan karena dilakukan bareng-bareng dengan pasukan Bali di New York. Oh ya, New Jersey ini tentu saja sudah lain state, tetapi tidak terlalu jauh. New Jersey terkenal juga dengan Princeton University, tempatnya John Nash. Masih ingat A Beautiful Mind?

Suasana kumpul-kumpul sangat akrab, berkesan dan yang pasti 'liar' layaknya orang-orang Bali kalau lagi ngumpul. Pak Nyoman sekeluarga sangat baik, mereka peduli dengan anak-anak muda Bali di sini. Makanan didominasi oleh masakan Bali seperti lawar, tum, sate, dan sambel matah plus teri. Mantap sekali. Selain itu, sempat juga berkenalan dengan beberapa orang Bali lainnya yang bekerja di beberapa tempat bagus di New York. Menyenangkan berbagi gagasan dengan mereka.

Menariknya, ada juga orang Bali (dan Indonesia pada umumnya) yang menjadi imigran gelap di Amerika. Satu atau dua yang ayah temui merupakan anak-anak muda yang hebat dan pejuang sejati. Mereka harus menempuh cara ini karena sepertinya tidak banyak pilihan. Semoga mereka tidak menemukan hal-hal buruk dalam keberadaan mereka di Amerika.
Sementara itu di sepanjang jalan ada parade Thanksgiving. Pawai dihiasi tokoh-tokoh film seperti shrek, mickey mouse, dan lain-lain. Sebuah pemandangan yang sangat menyenangkan. Sayang Ibu dan Lita tidak ada di sini :(

Saturday, November 17, 2007

Kejutan datang!!!

Kamis pagi, 15 Nov 2007, seperti biasa hari itu ibu mulai dengan baca email dan minum segelas the di kantor. Mata ibu tertuju pada email dari ayah yang ber subject 10 tahun pertama … Ibu liat lagi calender, ya ibu baru ingat... 15 November 1997... Mata ibu berkaca-kaca membacanya sambil membayangkan kronologis 10 tahun yang lalu hingga saat ini. Ternyata utk mencapai hari ini hingga hadir seorang Lita ... 10 tahun sudah cinta kami diuji dan diperjuangkan. Bukan waktu yang singkat tapi tapi bagi kami terasa singkat, yang berarti ayah dan ibu menikmati waktu dengan sesuatu yang “berarti”. Ibu yakin kata-kata ayah dalam email itu memang benar adanya dan kekuatan cinta tulus yang diproklamasikan di Mandara Giri terbukti hingga dasa warsa ini. Terimakasih ayah atas cinta dan romantismenya yg terasa tak pernah luntur bahkan semakin kuat.... Email dari ayah ini menambah semangat ibu di kantor hari itu...
Ditengah2 kesibukan ibu, telp berdering dari resepsionis, “ibu ada kiriman” .... bergegas ibu ke depan dan melihat kotak besar dibawa seorang kurir... kue dari Pak made Andi .... terharu ibu melihatnya, inilah kejutan yg lain that more than I’ve expected.

Hebohlah TB corner dengan kehadiran kue raksasa ini ... banyak pertanyaan: apa makna “10 tahun pertama” ... juga kecemburuan hihihi....

Thanks a lot ayah... keep fighting for our family. Miss U...

Saturday, November 10, 2007

Pulang ke Jogja

Minggu ini, Ibu dan Lita ada di Jogja untuk liburan. Sudah lama ini direncanakan dan saat baik itu tiba juga akhirnya. Ibu dan Lita terbang ke Jogja tanggal 3 Nopember dan berada di rumah sampai 11 Nopember. Ibu memang ngambil cuti seminggu.

Selalu saja ada rangkaian cerita. Saat berada di Jogja, ibu harus memperbarui passpornya dan urusan bisa diselasaikan dalam waktu seminggu libur di Jogja. Meskipun harus rela berkompromi dengan waktu dan suasana liburan, dan terutama dengan petugas imigrasi Jogja yang sepertinya tidak semuanya bahagia dalam hidup, seminggu di Jogja pastilah memberikan kesan baik. Lagipula, untuk sengaja mengurus passpor di lain hari mungkin tidak mudah dilakukan karena kesibukan. Pulang ke Jogja selalu menyenangkan dengan segala perniknya yang khas.

Pekak dari Tabanan berkunjung ke Jogja menengok Lita dan juga Komang yang memulai kuliahnya di UGM. Sekali bepergian, dua tiga hal terselesaikan, begitulah ide perjalanan ini. Pekak-nya Lita nampak sangat bahagia dengan pertemuannya dengan sang cucu kesayangan. Tentu saja ini karena Lita memang sangat lengket dengan Pekaknya. Hal inilah yang menjadi ketakutan di masa lalu, ketika kami baru menikah. Bapak dan Meme' di bali khawatir kalau-kalau cucunya nanti tidak dekat dengan mereka karena memang secara geografis terpisah jauh. Kekhawariran itu terjawab sudah dan melegakan. Menurut Pekak, Lita sangat cerdas. Kalau bukan kakeknya sendiri yang memuji, siapa lagi :)

Lita juga sangat menikmati pertemuanya dengan Eyang Kakung dan Eyang Putrinya di Jogja. Semua terkesan sumringah dengan kedatangan Lita, terutama karena Lita memang sangat mudah dekat dengan orang. Tidak pernah Lita menolak digendong atau diajak bicara oleh orang asing sekalipun. Ini sangat menyenangkan bagi orang-orang di sekitarnya. Lita juga menikmati masa-masa bermain dengan teman lamanya di Jogja dan beberapa kali 'diculik' oleh ibu-ibu tetangga di kampung. Begitulah Lita, selalu ada cerita tentangnya.

Selama di Jogja, Ibu mampir ke kampusnya, ke kampus ayah juga sambil melakukan beberapa hal adminsitrasi sekaligus bertemu sahabat lama. Tentu menyenangkan berada di Jogja dengan suasana liburan, walaupun sekali dua kali hp masih berdering dan ada telepon dari kantor yang harus dijawab. Oh ya, kenapa ayah tahu semua cerita ini? Thanks to the Internet :)

Jogja, pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu....[Kla Project]

Friday, November 09, 2007

Niagara Falls

Hi Ibu dan Lita:)

Beberapa waktu lalu ayah sempat main ke Niagara Falls alias Air Terjun Niagara. Ya betul, yang terkenal itu dan Superman pernah disyuting di sana :) Ayah pergi dengan Rotrigue dari Benin dan Sampan dari Thailand. Perjalanan menggunakan bus tour dengan membayar USD 74 termasuk hotel semalam. Harga ini cenderung murah untuk ukuran New York

Sewaktu di sana, sesungguhnya tidak banyak yang terlalu menarik, terutama karena ayah memang lahir dan besar di sungai dan sawah. Air terjun sebenarnya tidak terlalu istimewa karena sewaktu kecil ayah memang selalu mandi di sungai, belarian di tengat sawah dan melompat dari ketinggian kemudian menukik di birunya 'tibu', bagian sungai yang dalam dan tenang. Kalau saja ayah ke Niagara Falls 17 tahun lalu, mungkin tidak ada yang perlu diherankan.

Yang menarik, sungai Niagara ini adalah batas antara USA dan Canada. Ayah tentu saja melihat air terjun ini dari sisi USA (masih dalam negara bagian New York) sambil menikmati Ontario, Canada yang hanya beberapa meter di seberang. Dari sini terasa sekali betapa pembangunan di wilayah perbatasan menjadi sangat penting. Pengunjung ataupun penduduk asli akan dengan mudah melihat kemajuan dan perkembangan di negara tetangga dan dengan mudah membandingkan dengan apa yang dimiliki negaranya. Kalau ketimpangan terjadi, dengan muda rasa cemburu akan tumbuh, termasuk lunturnya nasionalisme.

Waduh, kok jadi berat begini bahasannya ya he he he

Anyway, Niagara is good to visit. Mungkin suatu saat kita sekeluarga akan datang ke sini. Why not!