Monday, March 17, 2008

Nanda dan Gita liburan di Jogja

Yang ditunggu-tunggu Lita akhirnya tiba, Kakak Nanda, Kakak Gita dan Mama liburan ke Jogja. Setelah tiga bulan berpisah, ketiga anak ini dipertemukan kembali. Lita, Nanda dan Gita tentu senang sekali. Nanda bahkan harus merelakan diri bolos dari sekolah untuk liburan ke Jogja. Tapi jangan khawatir, PR Kumon-nya tidak diabaikan. Setiap malam, Mama selalu setia menemani Nanda mengerjakan PR, bila perlu dengan ancaman-ancaman dan intimidasi kecil he he.

Acara di Jogja banyak jalan-jalannya, dan tentu saja ada acara "cekok", memberi obat jamu kepada anak2 supaya nafsu makannya bertambah. Ini langganan keluarga turun temurun, kata mbah. Selain itu, sempat juga mengunjungi Sekatenan melihat atraksi lumba-lumba, berang-berang dan singa laut. Setelah liburan kira2 seminggu, Nanda dan Gita dijemput papa yang datang ke Jogja sambil liburan panjang. Ini dia foto2 liburan.

Si Kembar Lita dan Gita. Mana Lita mana Gita?

Ultraman dan Spiderwomen: Pahlawan anak-anak masa kini :)

"Men Brayut" Mandi Bola :)

Kakak Nanda terbang

Lita ikut-ikutan terbang. Rambutnya keren seperti punk :)

Bersepeda bertiga di dalam rumah. Bisa dibayangkan stessnya Mbah Putri setelah ini :)

Bosan bersepeda, cari kesibukan lain: Mendandani Mbah Kakung :)

Thursday, March 13, 2008

Perkembangan Lita

Harus diakui, blog ini jarang sekali di-update. Meski begitu, bukan berarti kehidupan keluarga kami berhenti :) Lita tumbuh semakin besar, ayah tetap menjalankan keseharian jadi dosen di UGM sedangkan ibu bergabung kembali dengan PMPK UGM, menjadi peneliti.

Blog ini jarang diutak atik karena masing-masing memang sedikit sibuk. Ayah dan Ibu, walaupun setiap hari di depan komputer, memiliki tugas masing-masing yang harus didahulukan. Meski jarang diceritakan, kehidupan kami baik-baik saja kok :)

Lita masih tetap sekolah seperti biasa. Kata Bu Gurunya, Lita sudah mengerti percakapan Bahasa Inggris walaupun belum bisa menimpali dengan lancar. Satu dua kata sudah dia ucapkan dalam Bahasa Inggris, yang saya pribadi sebenarnya tidak prefer. Makanya ketika Ibu Gurunya menyarankan untuk mengajaknya berbahasa Inggris di rumah, saya hanya tersenyum. Jika semua lancar, sebentar lagi Lita akan berbahasa Inggris jauh lebih baik dari ayahnya. Kesulitan keluarga nanti mungkin justru dalam menjaga Bahasa Indonesianya. Sedapat mungkin kami tidak ingin hal ini menjadi parah.

Mungkin memang sudah nature-nya kalau orang tua akan membanggakan anaknya. Lepas dari itu, Lita memang anak yang istimewa di mata orang tuanya. Ketika umur 2 tahun, Lita sudah bisa mengelaborasi apa yang dia maksud dengan peragaan visual. Pernah suatu hari, ketika akan main kuda-kudaan dengan saya, dia minta sesuatu sebelum naik ke punggung saya. "Kuci mana", begitu terdengar dia berteriak. Kami semua kebetulan tidak mengerti sehingga bertanya-tanya. "Kuci itu lo yang untuk gini-gini", Lita mengejelaskan dengan mengambil sikap pura-pura duduk menaik turunkan tubuhnya. Kami semua tertawa karena menyadari yang dimaksudnya adalah kursi. Kursi itu akan digunakannya untuk naik ke punggung ayahnya. Walah Lita Lita...

Lita juga hafal nama-nama banyak orang secara lengkap. Nama yang dihafalkannya tentu saja nama diri sendiri, ayah, ibu, Kakak Nanda, dan Kakak Gita. Yang menarik, Lita juga hafal nama kakungnya secara lengkap. Selain nama, Lita juga hafal beberapa lagu Bahasa Inggris seperti ABC, Bingo, Twinkle2 Little Star, Head shoulders and toes, dll. Lita juga bisa menghitung dari 1 sampai 10 dalam dua bahasa.

Suatu hari pernah saya diajari bagaimana cara masuk di lorong sempit. Saya akan masuk di sela-sela mobil dan pintu garasi yang memang sempit. Waktu saya berjalan lurus biasa, dia manarik saya dan mengajari cara berjalan yang 'benar'. "Gini lo jalannya Yang.. gini lo" katanya sambil memperlihatkan gerakan jalan dengan tubuh miring sehingga gerakan menjadi ke samping bukan ke depan. Dengan begini tentu saja gerakan menjadi lebih mudah karena jarak antara tubuh saya dan mobil serta pintu menjadi lebih lebar. Lita Lita.. ada ada saja idenya :)

Benar kata orang, di umur menjelang 3 tahun, seorang anak menyerap sangat cepat dan menyimpannya dalam memori yang bisa permanen. Ibu pernah menasihati Lita agar tidak mengatakan "he eh" kalau mengatakan "ya". Hasilnya, Lita selalu memprotes siapa saja yang mengatakan "he eh". "Kok he eh sih, YA, gitu dong", katanya. Itu semua membuat kami harus lebih hati-hati mengatakan sesuatu.

Selain baiknya, kenakalannya tentu saja banyak. Salah satu yang susah hilang adalah makan yang sulit. Makannya dimut tapi tidak ditelan. Lita mungkin sudah hafal dengan istilah "kunyah telan ya" saking seringnya diucapkan. Lucunya, kalau melihat saya makan sekali waktu Lita datang dan berteriak "kunyah telan ya" dan kami semua tertawa.

Begitulah Lita. Cerdas dan nakal, at the same time. Kalau saya menyebutnya 'creative' :) Setidaknya bagi orang tuanya, dia begitu istimewa.

Saturday, February 02, 2008

Gemar membaca

Gemar membaca ternyata sudah bisa ditanamkan ke Lita sejak masih kecil...

Usia 1 tahun Lita sudah hapal dengan cerita Big Zebra di soft-booknya, walaupun belum bisa cerita lancar tapi Lita sudah bisa menirukan sebagian kata-katanya.
Usia 2 tahun, ibu belikan serial cerita binatang, ada 3 buku dan yang paling dihapalnya cerita Burung Gagak dan seekor rubah. Saking hapalnya sekarang gak perlu bukunya lagisudah bisa cerita sendiri. Melihat sudah habis ketiga buku itu dirobek Lita karena saking bosannya, ibu belikan serial buku binatang lain, ada 3 buku juga dan yang paling dihapalnya cerita ulang tahun Garo.
Kembali ke Jogja, lita diajak ayah ke Gramedia utk membeli buku pilihannya sendiri. Pilihan ibupun bisa ditolaknya klo dia gak suka dan akhirnya dipilihnya cerita suara apa itu dan Franklin pergi ke sekolah. Minggu lalu dia sudah bisa minta ayah untuk dibelikan Franklin dan peri gigi...
Apa rahasianya Lita gemar membaca? Mungkin cara kita bercerita dengan gambar yang menarik perhatiannya atau sesuai dengan kondisinya memudahkan Lita menyerap cerita dengan cepat... We Love You honey...

Gadis bali-ku

Menginjak usia 4 oton, lita semakin pintar bergaya ala "gadis bali". Beberapa foto yg sempat diabadikan ayah waktu di Bali.

Setelah upacara otonan, acara nglungsur banten dimeriahkan dengan aksi Lita yang ternyata sudah ada bakat "gresek" yg menurun dari ayahnya. Tempat daksina dipakainya untuk topi menari.... pakai handphone lagi...

Gadis bali satu ini cantik dengan kamboja di telinganya... walaupun sedikit gak cocok klo pakai tas gendong di belakangnya hehehe....

Foto gadis baliku dengan bunga yang lain, yang lebih besarrrrr, bunga sepatu... tetap cantik.

Friday, January 25, 2008

Recipe:Lawar ayam

"Selamat hari raya Galungan nak... Di rumah sedang guling nih", ninik menelpon ibu waktu itu. Wah hari raya galungan, bikin apa ya biar special.. Bikin lawar? Bisa? hehe blum pernah sih bikin sendiri, dicoba yuk... Berikut resep LAwar yang ibu dapat dari internet. Thanks to internet...

Lawar ayam
Bahan dan cara:
1. Bawang merah (iris tipis dan digoreng)
2. Bawang putih (3 cloves)
Kencur (2 ukuran setengah jari)
Kunyit (setengah ibu jari)
merica (1 sdt)
kemiri (3 biji)
laos (ibu jari)
sedikit garam
Bumbu 2 diulek/blender halus, ditumis dengan dtambah salam
3. Cabe (iris dan goreng)
4. terasi dan garam (dicampur dan goreng)
5. kelapa dibakar dan diparut (alternatif lain: kelapa parut disangrai)
6. ayam (rebus dan potong kecil)
7. kacang panjang/buncis/nangka (direbus dan dipotong kecil2)

Bumbu 1,2,3,4 dicampur remes-remes, tambahkan 5,6,7, aduk rata.

Hasilnya lumayan lho.... cobain deh...

Lita sekolah euy...

Sudah hampir 2 minggu ini Lita masuk day-care di Sunsmiles kindergarten. Setelah sebelumnya kami survey di 2 day care terkemuka di Jogja, kami akhirnya memutuskan Sunsmiles.

Sunsmiles, baru berdiri 6 bulan yang lalu dengan basis bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Metode pendidikan yang diajarkan diadaptasi dari Singapura dan Malaysia. Informasi dari kepala sekolahnya, sunsmile sudah dinilai kelayakannya oleh ahlinya dari Singapura. Kepala sekolahnya sendiri punya certificate for education lulusan New York dan berpengalaman kerja di child care New York selama 7 tahun. Wow...

Hari pertama Lita masuk, masih trial. Ketika berpisah, menangis sebentar. Utk hari pertama Ibu menunggu di ruang tunggu. 2 Kali Lita menangis mencari ibu... Ini biasa terjadi... Setelah sekali drop in, kami akhirnya memutuskan Lita masuk daycare seminggu enam kali half day. Minggu pertama Lita masih nangis waktu diantar, walaupun selanjutnya sudah bisa main. Memasuki minggu kedua ini, dengan sukarela Lita shake hand dan bye bye sama ayah atau ibu waktu diantar.

Perkembangan Lita selama 2 minggu di day care cukup pesat:
1. bisa pakai lepas sepatu dan kaos kaki sendiri serta meletakkan di rak sepatu.
2. makan siang sendiri
3. bersahabat dengan kareens, abel, lala dan lintang
4. mengenal istilah2 inggris: shake hand, bye-bye, milk, miss, big hug, sit down, shoes off, kitchen set, orange, sand box, aeroplane, bag, ump, dll
5. mengenal nama-nama hari: sunday, monday, tuesday ..., berhitung 1-10: one, two, three,..
6. menyanyi lagu: BINGO, twinkle little star, head shoulder, happy birthday, dll

Lita tambah pinter euyyy...

Tuesday, January 22, 2008

Seandainya....


Seandainya saya bekerja di Google salah satu hal yang saya usulkan kepada Larry dan Serge adalah memasang logo Google bertema Galungan dan Kuningan seperti gambar di atas. Saya akan jelaskan pada Larry dan Serge bahwa Galungan dan Kuningan adalah juga hari yang istimewa seperti halnya Lebaran, Natal, dan Waisak bagi sahabat-sahabat saya.

Bukan untuk sekedar gaya-gaya-an, logo ini untuk mengingatkan siapa saja bahwa pada hari terntentu, ada beberapa gelintir umat manusia di muka bumi, walaupun tidak seheboh mereka yang merayakan Natal dan Lebaran, yang bersuka cita dan menundukkan kepala dalam-dalam menyembah kebesaran Tuhan dan memperingati kemengan dharma atas adharma. Logo ini saya tampilkan agar ada lebih banyak orang belajar tentang toleransi dan tentang keunikan orang lain. Atau setidaknya agar tidak terjadi lagi kelucuan seperti yang terjadi beberapa saat lalu di Jakarta ketika sopir taxi Blue Bird tidak tahu membedakan Pura atau Wihara. Jika toleransi menjadi penting, maka mengetahui tempat suci agama-agama dan hari besarnya mungkin adalah salah satu langkah yang bisa dimulai.

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi siapa saja yang merayakan.

Monday, December 31, 2007

Lita Otonan

Di blog ini, rasanya sudah pernah posting masalah otonan. Silahkan baca posting sebelumnya jika ingin tahu apa itu otonan :)

Di malam tahun baru, Lita berusia tepat 210 x 4 hari atau 4 oton. Dalam tradisi Hindu, otonan merupakan peringatan hari lahir (birthday) dengan dasar perhitungan tertentu yang tidak sama dengan kalender masehi. Otonan kali ini bertepatan dengan malam tahun baru sehingga memperingatinya sekalian.

Seperti halnya otonan pertama, kali ini peringatannya di rumah di Bali. Artinya suasananya juga berbeda. Lebih ramai dan lebih meriah. Dalam acara ini sekaligus juga dilakukan syukuran dengan mengundang semua orang di banjar (tempek), tidak kurang dari 60 keluarga. Banyak bener ya :)

Ayah dan Ibu mengunjungi semua rumah untuk mengundah mereka agar datang malam itu. Pengalaman ini sangat berkesan karena untuk pertama kalinya Ibu mengunjungi semua rumah tanpa kecuali dan berinteraksi langsung dengan semua orang. Ini menjadi catatan tersendiri bagi keluarga kecil kami. Bagi masyarakat desa, ini menjadi pertanda keinginan kami untuk berinteraksi dan tetap menjadi hubungan baik dengan semua orang di kampung. Semoga.

Sunday, December 30, 2007

Berkumpul di Bali

Tanggal 30 Desember 2007 tengah malam, Lita, Ibu dan Mbah tiba di Bali. Lita dan Ibu terbang dari Jakarta dan Mbah dari Jogja. Walaupun menggunakan pesawat yang berbeda, ketiganya mendarat pada waktu nyaris bersamaan sehingga memudahkan yang menjemput.

Lita berjalan kaki dituntun Ibu dan Kadek, mununjukkan sepatunya yang berkelap kelip ada lampunya. Lita menggunakan jaket pink dengan hood yang menutup kepalanya.

Ketika melihat ayah, lita langsung mau digendong tanpa canggung sedikitpun. Ini menyenangkan mengingat Lita sudah tidak melihat ayah selama lebih dari 3 bulan. Komunikasi selama inipun hanya voice saja karena webcam ayah tertinggal di Australia. Lita tidak lupa sama sekali dengan ayahnya, sangat mengharukan.

Perjalanan malam itu dilanjutkan ke rumah Tabanan dan sampai di rumah setengah 2 pagi. Selanjutnya Lita masih kuat begadang sampai jam 3 pagi ketika ayah ibunya sudah teler kehabisan energi. Hari ini semua berkumpul di Bali. Ada Mbah Putri, Mbah Kakung, Ibu, Lita, Ayah, Pekak dan Ninik (Ninik1 dan Ninik2 :) Semua gembira menyambut kedatangan Lita dan siap-siap untuk 'pesta kecil' esok harinya karena Lita akan otonan.

Tuesday, December 25, 2007

Ayah Kembali ke Tanah Air

Bertepatan dengan hari Natal, ayah pulang ke tanah air. Di bandara dijemput Ninik dan Pekak yang sudah menunggu hampir 2 jam karena pesawat ayah terlambat.

Perjalanan dari JFK New York ditempuh melalui Vancouver Canada dan kemudian mampir di Hongkong selama beberapa jam. Sayang sekali di kedua tempat ini hanya transit di bandara sehingga ayah tidak bisa jalan-jalan melihat suasana kota.

Perjalanan total ditempuh selama 30 jam termasuk transit. Sebuah perjalanan yang panjang dan sangat melelahkan. Meski demikian, perjalanan terasa sangat menarik karena akan bertemu ibu dan Lita di Indonesia, walaupun Ibu dan Lita akan tiba di Bali tanggal 30 Desember 2007. Lita sendiri akan otonan tanggal 31, tepat di malam tahun baru.

Suasana desa tidak banyak berubah. Rumah Pekak yang tetap asri dan kebun yang tertata rapi menyambut ayah dengan ceria. Makanan khas Bali dan keramahan semua orang kampung menjadi pengobat rindu yang sangat menyejukkan. Ayah menunggu Lita dan Ibu di Bali.

Saturday, December 22, 2007

Selamat Hari Ibu, istriku.

Ketika umur bertambah dewasa, sering kali kemalasan menghinggapi kita untuk menyatakan cinta. Saat seorang teman beranjak jadi kekasih dan kemudian menjadi istri dan akhirnya menjadi ibu dari anakku, seorang aku bisa saja bermetamorfosis dalam hal kepekaan akan cinta. Saat inilah hidup berubah pelan dan seperti tidak disadari. Kehangatan bisa memudar. Saat inilah penyelamatan diperlukan dan kesadaran menjadi satu-satunya pembuka pintu kesempurnaan hidup.

Perubahan dari suasana manja bergelimang cinta menuju kebersahajaan dan kedewasaan yang bijaksana seringkali menjadi alasan untuk tidak memikirkan lagi hal-hal yang mengharu biru. Begitulah seorang aku bisa lupa akan apa yang pernah menggelorakan semangat di masa muda. Jika dulu ada kegelisahan lelaki yang senantiasa membakar semangat cinta, kini kesibukan dan kebesaran nama seringkali membuat semuanya sedikit berbeda.

Aku mengerti. Aku tidak menyesali ini. Kedewasaan memang menjadikan kita lebih tenang, tidak meledak-ledak sekaligus lebih bijaksana, pun dalam menyatakan cinta. TETAPI, tidak pernah ada alasan untuk mengurangi cinta. Ini yang aku jaminkan kepadamu. Benar memang waktu membawa angin perubahan tetapi semuanya hanya hiasan. Seperti musim berganti dengan wajah dan kesegaran baru, begitu juga kedewasaan kita menghadirkan perilaku yang berbeda. Memang tidak lagi kita jalani hari-hari seperti halnya 10 tahun yang lalu ketika pandangan mata menimbulkan birahi, kini pandangan mata adalah kebijaksanaan yang bertanggung jawab. Puncak kenikmatan kita adalah keheningan. Begitulah kita melakukan lompatan dalam hidup.

Istriku, hari ini adalah Hari Ibu. Umat manusia merayakannya dengan cara masing-masing. Bagiku sesungguhnya ini tidak istimewa karena keibuanmu tidak pernah berkurang di hari biasa. Terima kasih yang tidak berhenti ini semestinya menjadi obor bagimu yang terasa bernasnya saat gelap menjelang. Momen ini hanyalah pertanda. Kuresmikan terima kasihku dengan ucapan dan kupastikan cintaku dengan ujaran yang barangkali sesungguhnya tidak perlu. Agar umat manusia mengetahui niatku dan menjadikannya pelajaran untuk generasi mendatang, harus kunyatakan dengan bahasa sederhana bahwa aku mencintaimu. Selamat Hari Ibu.

Friday, December 21, 2007

Hari Terakhir di Kantor

Akhirnya ayah harus mengucapkan selamat tinggal kepada kantor PBB di New York. Hari ini adalah saat terakhir masuk kantor dan merupakan hari perpisahaan. Ayah menemui semua orang untuk pamitan sekaligus mengucapkan selamat natal dan tahun baru.

Seperti biasa, ada juga acara makan bersama di sebuah restoran Chinese di 2nd Avenue, Manhattan yang tidak jauh dari kantor. Tidak seperti biasanya, kali ini ayah yang mentraktir teman-teman. Tentu saja mereka terkejut, why? Ayah bilang "we do it in the Indonesian way" sambil berkelakar. Mereka geleng-geleng kepala, tapi tidak menolak tentunya :)


Acara makan siang bersama di sebuah restoran Chinese.


Ayah berpose dengan buku "Batas Maritim Antarnegara" di perpustakaan DOALOS.


Buku "Batas Maritim Antarnegara" karangan ayah di antara buku penulis dunia.

Tuesday, December 18, 2007

Menyerahkan paper ke PTRI

Akhirnya ayah benar-benar selesai. Presentasi dan paper sudah terselesaikan dengan baik dan sudah diserahkan ke DOALOS. Ayah juga menyampaikan satu salinan paper ini kepada Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York. Selama ini ayah memang menjalin komunikasi yang baik dengan PTRI terutama dengan Pak Marty (dubes), Pak Adam (bagian hukum) dan Pak Putu (atase pertahanan).

Satu eksemplar paper ayah serahkan kepada Pak Adam yang dipadu dengan acara makan malam. Beliau mentraktir ayah malam itu di restoran Jepang. Di samping memang untuk memberikan kontribusi nyata kepada Indonesia, penyerahan paper ini juga untuk menjaga komunikasi dan jaringan profesional yang sudah terbangun dengan baik. Semoga ke depan semua pihak dapat memetik buah yang baik.

Ini bebrapa foto dengan Pak Adam.

Ayah menjelaskan beberapa hal teknis dalam paper ayah.

Pak Adam menyimak dengan seksama sambil memberi beberapa masukan. Beliau ini memang banyak terlibat dalam Sidang Umum PBB 2007 dan menguasai hukum laut.

Tuesday, December 11, 2007

Presentasi Penelitian

Ini adalah salah satu momen terpenting dalam hidup ayah terkait program fellowship di United Nations. Hari ini ayah mempresen- tasikan penelitian ayah di depan semua rekan dari negara lain, program adviser dan pakar-pakar terkait di DOALOS.

Seperti biasa, ayah selalu persiapan dan latihan sebelum presentasi. Biarpun sudah presentasi presentasi di mana-mana, nasional maupun internasional, ayah memang tidak pernah bisa presentasi tanpa latihan. Selalu ada latihan dan kalau perlu di depan cermin :) Ibu masih ingat kan ayah selalu melakukan ini waktu di Sydney dulu?! Biarpun pernah jadi presenter terbaik di Sydney, sampai kini ayah selalu persiapan sebelum presentasi. Yang terpenting dari latihan bukanlah masalah penguasaan materi tetapi penyampaian yang tepat dalam waktu yang tersedia. Biarpun seorang presenter menguasai materi tetapi kalau tidak cermat dalam penggunaan waktu, bisa timbul masalah dan tetap saja terlihat tidak profesional.

Presentasi kali ini dibatasi tidak boleh lebih dari 30 menit. Jika lebih, chairman akan memotong dan dilanjutkan dengan diskusi selama kira-kira sejam. Karena latihan yang ketat, ayah bisa menyelesaikan presentasi dalam waktu 20 menit saja dan menyampaikan semua materi dengan baik. Akibatnya, ada lebih banyak waktu untuk diskusi.

Ayah menyampaikan materi landas kontinen ekstensi Indonesia dengan banyak animasi. Teman-teman yang berlatar belakang ilmu sosial nampak menikmati animasi yang ayah sampaikan dan mereka mendapat gambaran yang lebih jelas dengan visualisasi seperti ini dibandingkan hanya membaca pasal-pasal hukum laut.

Ini beberapa foto saat presentasi.

Sedang semangat-semangatnya presentasi. Francois bertindak sebagai chairman.


Kalau ini tidak sedang presentasi, tapi lagi bergaya saja setelah presentasi selesai :)

Monday, December 10, 2007

Ngopi di kantor

Sejak di New York, ayah punya kebiasaan ngopi. Kali ini bukan ngopi buku atau jurnal, tetapi minum kopi ekspreso khas Italia. Teman sebelah ruangan ayah memang orang Italia dan gemar sekali minum kopi. Setiap hari dia selalu mengundang ayah dan beberapa teman lain untuk menikmati kopi buatannya.

Jangan dibayangkan seperti kopi di Jogja yang menggunakan satu gelas besar dan kopinya hingga luber, di sini menggunakan gelas super mini dan itupun terisi kurang dari setengahnya. Minumnya sedikit tapi kopinya sangat kuat. Kopi ini dibuat dengan mesin khusus yang ada di ruangan teman ayah ini.

Ini di foto-foto kalau kita lagi ngopi.

Michele sedang membuat kopi dengan mesin ekspreso.


Suasana minum kopi dengan Michele (Italia) dan Francois (Kanada

Saturday, December 08, 2007

Pengamen

Biarpun merupakan negara maju, di Amerika (terutama New York) ada banyak sekali pengamen. Di tempat-tempat umum seperti taman rekreasi, stasiun kereta (subway) dan di dalam subway, pengamen dijumpai dengan sangat mudah.

Sebagian besar di antara mereka memang bisa bernyanyi dengan baik, tetapi seringkali hanya sekedarnya dan hanya untuk minta duit. Yang di foto ini adalah pemain musik cilik favorit ayah. Dia katanya adalah cucu dari musisi legendaris Amerika. Memang permainannya canggih, dia selalu beraksi di stasiun subway tempat ayah menungu kereta kalau pulang kantor. Umurnya kira-kira baru 7 atau 8 tahun, permaiannya sudah memukau. Lita mau jadi pemain musik nggak nanti ya?

Thursday, December 06, 2007

Salju

Dear Ibu dan Lita,

Cukup lama ayah tidak menulis di blog. Belakangan ini memang agak sibuk karena harus menyelesaikan segala sesuatu menjelang berakhirnya masa penelitian. Sebelum tanggal 11 Desember semua sudah harus selesai karena Ayah akan presentasi hari ini.

Salju sudah mulai turun di New York, ayah bisa menyaksikan dan merasakan salju di halaman rumah. Tidak seperti ketika di Sydney, kita perlu datang ke snowy mountain untuk melihat salju, di sini cukup memandang dari jendela, butiran salju berterbangan di luar menciptakan suasana yang dramatis.

Salju memang belum pernah setebal yang terlihat di film-film Hollywood tapi dinginnya bukan main, terutama kalau anginnya kencang. Ayah selalu pakai jaket tebal kalau ke mana-mana. Ini beberapa foto yang ayah ambil selama musim salju.

Ini pemandangan di belakang rumah, terlihat dari jendela kamar ayah.

Suasana depan rumah dengan salju tipis di taman.

Di salah satu sudut Manhattan, foto diambil oleh teman dari Brazil.

Sunday, December 02, 2007

Washington DC

Tanggal 1-2 Desember 2007 ayah sempat jalan-jalan ke Washington DC, ibukota Amerika Serikat. Kami brangkat ber-6 yaitu Sampan (Thai), Tatiana (Colombia), Christophe (Cameroon), Ritche (Filipina), Rotrigue (Benin) dan ayah. Perjalanan meggunakan bus tour Chinese yang lumayah murah tapi layanannya bagus. Perjalanan jadi menyenangkan.

Washington sangat mirip dengan Canberra (atai CBR yang mirip Washington :) dari segi tata ruang. Di sini tidak banyak terlihat gedung tinggi dan pemanfaatan ruang sebagian besar untuk perkantoran. Amerika memang terlihat gemar berperang, terbukti dengan banyaknya museum dan memorial perang yang dimilikinya.

Ayah sempat mengunjungi Gedung Putih, kantor dan tempat tinggal Presiden Amerika. Sempat juga mendatangi Capitol Hill yang terkenal dengan kubahnya itu, Washington Monument, Lincoln Memorial dan lain-lain. Pengalaman ini sangat menarik, tetapi terasa kurang karena Ibu dan Lita tidak ikut. Lain kali kita akan datang lagi untuk mengunjungi tempat-tempat ini ya :)

Ini ayah sempatkan ambil beberapa foto di tempat-tempat penting.

Di depan Gedung Putih, alias White House. Gedung ini jauh lebih kecil dari yang ayah bayangkan :( Itupun hanya bisa ambil foto dari jarak yang sangat jauh.

Capitol Hill dari kejauhan.

Berlatar Washington Monument.

Saturday, December 01, 2007

Campur-campur


Sepulang dari Jogja, Lita Gita berpelukan, nampak kerinduan diantara mereka

Mandi sama2, ada saat saling sayang juga ada saatnya bertengkar....

Papa mandiin anak2, saat2 yang akan dirindukannya bila Lita jauh nanti

Ultah Nara, anak2 excited sekali....

Saat2 kebersamaan itu tinggal sebulan lagi...

Saturday, November 24, 2007

Thanksgiving

Dear Ibu dan Lita,
Ayah mau cerita sedikit tentang thanksgiving day yang dirayakan publik Amerika hari Kamis minggu ini. Thanksgiving merupakan hari festival dan sangat identik dengan makan kalkun. Silahkan baca sejarahnya di sini.
Ayah libur dari kantor karena ini memang hari libur nasional. Kali ini ayah diudang oleh Pak Nyoman untuk datang ke rumahnya di New Jersey untuk merayakan thanksgiving bersama orang Bali lainnya. Memang selama dua bulan di sini, belum sekalipun ada kumpul-kumpul dengan semeton Bali di New York. Kemaren ada saat yang tepat.

Ayah datang ke sana naik kereta dan bus yang ditempuh kira-kira 1.25 jam perjalanan. Perjalanan menyenangkan karena dilakukan bareng-bareng dengan pasukan Bali di New York. Oh ya, New Jersey ini tentu saja sudah lain state, tetapi tidak terlalu jauh. New Jersey terkenal juga dengan Princeton University, tempatnya John Nash. Masih ingat A Beautiful Mind?

Suasana kumpul-kumpul sangat akrab, berkesan dan yang pasti 'liar' layaknya orang-orang Bali kalau lagi ngumpul. Pak Nyoman sekeluarga sangat baik, mereka peduli dengan anak-anak muda Bali di sini. Makanan didominasi oleh masakan Bali seperti lawar, tum, sate, dan sambel matah plus teri. Mantap sekali. Selain itu, sempat juga berkenalan dengan beberapa orang Bali lainnya yang bekerja di beberapa tempat bagus di New York. Menyenangkan berbagi gagasan dengan mereka.

Menariknya, ada juga orang Bali (dan Indonesia pada umumnya) yang menjadi imigran gelap di Amerika. Satu atau dua yang ayah temui merupakan anak-anak muda yang hebat dan pejuang sejati. Mereka harus menempuh cara ini karena sepertinya tidak banyak pilihan. Semoga mereka tidak menemukan hal-hal buruk dalam keberadaan mereka di Amerika.
Sementara itu di sepanjang jalan ada parade Thanksgiving. Pawai dihiasi tokoh-tokoh film seperti shrek, mickey mouse, dan lain-lain. Sebuah pemandangan yang sangat menyenangkan. Sayang Ibu dan Lita tidak ada di sini :(