After ibu and ayah wait for Ur teeth to grow for such a long time, finally on 9th of July we knew there was a tooth grew on Lita's down-front mouth. And than a week later, Lita's second teeth grew beside of the first one...
We just realize that she's a big girl now. She can play peek a bo, she eats a lot, talking with her language which is none know the meaning, she loves to see and hear Pak Yani's birds singing every morning, she loves to see baby cats plays in front of our house, watching teletubies and dora are her favorite things during her breakfast, and she loves to run with her hands held. That makes us suffering from back pain ha...ha...
One thing that make ibu sad is Ibu have to wean from breastfeed to formula on her 10 months because of my new work. As a research assistant in CHSM(centre for health service management)-UGM I have to leave Lita to out of town for almost 2 weeks. I hope Lita will understand my choice, everything is for our future honey.
But in the other side Lita drinks a lot of milk and only wake up once at night. I realise that after I got work, my quantity and quality of breastmilk is getting lower, so maybe this is the best way for Lita.
Lita already recognises the close relative like ayah, ibu, mBak Tini, Mbah, mBak Tia, mas Eko, mBak Queen, mas Havis etc. She knows where are the keys always hang up, TV, feferigerator, ayah's working room and kitchen.
That's the progress report of Lita's development until now...
We love U Lita....
Ibu
Rumah maya Keluarga Arsana
Rumah bagi Andi (aka: Madé) dan Asti (aka: Ketut) dan Lita untuk berbagi cerita dengan sahabat mereka.
Selamat datang!
Monday, July 31, 2006
Saturday, May 06, 2006
Lita bertemu keluarga di Jakarta pertama
Sepulang dari Bali, Lita langsung ke Jakarta bersama mbah dan Ibu. Keluarga di Jakarta sudah kangen penasaran buat ketemu Putu Ambalita. Namun sayang ayah Lita gak bisa ikut karena sudah masuk kantor. Beberapa foto berikut sempet diabadikan.

Pertama kali Lita digundul di Bekasi, 11 Mei 2006. Tukang cukur dengan sigap memangkas habis kepala Lita. Ibu gak berani cukurin sendiri nih....


Lita berpose di atas motor kak Linus... gagah ya...

Akhir pekan sempet berkumpul bersama seluruh keluarga. Wah rame banget....

Kak Linus sayang banget ama Lita.... pingin adek cewek Pi... (panggilan buat Papi)

Sempet adakan festival menyusui antara ibu dan mek mang :)

Sayang sekali ayah gak bisa ikut kumpul... emang ada susahnya punya ayah orang penting hehe....

Sayang sekali Ibu ama Lita telah melewatkan Ulang tahun ayah.... ehh malah ayah sempet sakit lho... menahan kangen ma ibu kali ye...

Pertama kali Lita digundul di Bekasi, 11 Mei 2006. Tukang cukur dengan sigap memangkas habis kepala Lita. Ibu gak berani cukurin sendiri nih....


Lita berpose di atas motor kak Linus... gagah ya...


Akhir pekan sempet berkumpul bersama seluruh keluarga. Wah rame banget....


Kak Linus sayang banget ama Lita.... pingin adek cewek Pi... (panggilan buat Papi)


Sempet adakan festival menyusui antara ibu dan mek mang :)


Sayang sekali ayah gak bisa ikut kumpul... emang ada susahnya punya ayah orang penting hehe....

Sayang sekali Ibu ama Lita telah melewatkan Ulang tahun ayah.... ehh malah ayah sempet sakit lho... menahan kangen ma ibu kali ye...
Thursday, April 27, 2006
Melaspas Rumah
Hari ini kita melaspas rumah, yaitu upacara untuk melakukan pembersihan dan syukuran agar rumah siap ditempati. Bapak sama Ibu datang dari Bali selama setengah hari (pagi datang, sore sudah balik lagi). Banten disiapkan oleh Ibu Dayu dan upacara dipimpin oleh Pak Wasi Akhir. Upacara berjalan khidmat dan lancar. Semoga rumah baru ini benar-benar menjadi pelabuhan yang tenang bagi keluarga kami.
[foto akan dipajang nanti]

melaspas
[foto akan dipajang nanti]

melaspas
Thursday, April 20, 2006
Suasana Jogja...
Tanggal 20 April kita sekeluarga bertolak ke Jogja setelah cukup puas liburan di Bali. Penerbangan ke Jogja sekarang murang sekali, harga tiket 148 ribu per orang naik Lion Air. Lebih murah dari naik bus lo...
Seperti legenda, suasana Jogja memang masih bersahabat. Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera.

Kepulangan ke Jogja kali ini, benar-benar pulang karena memamng pulang ke rumah sendiri. Walaupun kecil mungil dan tidak mewah, rumah ini adalah hasil jerih payah kami. Astungkara, Hyang Widhi.
Seperti legenda, suasana Jogja memang masih bersahabat. Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera.
Kepulangan ke Jogja kali ini, benar-benar pulang karena memamng pulang ke rumah sendiri. Walaupun kecil mungil dan tidak mewah, rumah ini adalah hasil jerih payah kami. Astungkara, Hyang Widhi.
Monday, April 10, 2006
Otonan
Apa sih otonan itu?
Otonan adalah salah satu "birthday" yang dianut oleh umat Hindu, terutama di Bali saat ini. Perhitungan satu oton sama dengan 210 hari. Ini adalah pertemuan beberapa basis perhitungan waktu yaitu basis lima (panca wara), basis tujuh (sapta wara), dan basis tujuh kali 30 (wuku).
Lita otonan tanggal 10 April 2006 ketika berumur tepat 210 hari. Suasana pagi saat otonan agak muram karena Lita belum keluar dari rumah sakit. Semua orang berharap-harap cemas, khawatir kalau-kalau Lita tidak bisa mengikuti upacara.
Beruntung, dokter yang menangani Lita mengerti situasinya. Dengan mengisi formulir pengeluaran paksa, akhirnya Lita diijinkan pulang sekitar jam 9 pagi, sementara upacara dimulai jam 10 pagi. Lita sebenarnya masih lemah dan belum pulih kondisinya. Waktu pulang dari rumah sakit, Lita masih muntah di mobil :(
Keajaiban terjadi, Lita nampak sehat sampai di rumah dan bisa mengikuti upacara sampai akhir dengan ceria. Hyang Widhi tahu yang terbaik untuk umatnya. [kapan-kapan, fotonya akan dipajang di sini]

injaktanah

ninik

otonan

cengblong
Otonan adalah salah satu "birthday" yang dianut oleh umat Hindu, terutama di Bali saat ini. Perhitungan satu oton sama dengan 210 hari. Ini adalah pertemuan beberapa basis perhitungan waktu yaitu basis lima (panca wara), basis tujuh (sapta wara), dan basis tujuh kali 30 (wuku).
Lita otonan tanggal 10 April 2006 ketika berumur tepat 210 hari. Suasana pagi saat otonan agak muram karena Lita belum keluar dari rumah sakit. Semua orang berharap-harap cemas, khawatir kalau-kalau Lita tidak bisa mengikuti upacara.
Beruntung, dokter yang menangani Lita mengerti situasinya. Dengan mengisi formulir pengeluaran paksa, akhirnya Lita diijinkan pulang sekitar jam 9 pagi, sementara upacara dimulai jam 10 pagi. Lita sebenarnya masih lemah dan belum pulih kondisinya. Waktu pulang dari rumah sakit, Lita masih muntah di mobil :(
Keajaiban terjadi, Lita nampak sehat sampai di rumah dan bisa mengikuti upacara sampai akhir dengan ceria. Hyang Widhi tahu yang terbaik untuk umatnya. [kapan-kapan, fotonya akan dipajang di sini]

injaktanah


ninik


otonan


cengblong
Sunday, April 09, 2006
Sakit Pertama
Selama hampir 7 bulan di Sydney sejak lahir, Lita sekalipun belum pernah sakit. Jangankan sakit parah, pilek saja tidak pernah. Jangan heran kalau ayah ibunya bahkan tidak tahu bagaimana cara nyuapi sirup atau obat lainnya.
Sejarah terjadi pada tanggal 9 April 2006. Lita muntah berlebih setiap kali diberi makan dan akhirnya perlu dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Suasana seluruh rumah tegang. Kekhawatiran nampak jelas pada wajah setiap orang: ayahnya, ibunya (apalagi), pekak, ninik, pokoknya semuanya. Lita mengalami lemas seluruh tubuh dan tidak bisa bergerak. Satu-satunya tindakan untuk mengatasi adalah dengan infus. Sedih sekali rasanya menyaksikan tubuh kecilnya lemas terkulai dengan selang infus di kakinya.
Keadaan bertambah runyam karena Lita harus menjalani upacara tanggal 10 April 2006. Upacara "ngetelunin" dan "otonan" yang sudah dipersiapkan bahkan sejak 2 bulan sebelumnya. Begitulah, cobaan memang datang kapan saja tanpa permisi tanpa mohon ijin.
Sejarah terjadi pada tanggal 9 April 2006. Lita muntah berlebih setiap kali diberi makan dan akhirnya perlu dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Suasana seluruh rumah tegang. Kekhawatiran nampak jelas pada wajah setiap orang: ayahnya, ibunya (apalagi), pekak, ninik, pokoknya semuanya. Lita mengalami lemas seluruh tubuh dan tidak bisa bergerak. Satu-satunya tindakan untuk mengatasi adalah dengan infus. Sedih sekali rasanya menyaksikan tubuh kecilnya lemas terkulai dengan selang infus di kakinya.
Keadaan bertambah runyam karena Lita harus menjalani upacara tanggal 10 April 2006. Upacara "ngetelunin" dan "otonan" yang sudah dipersiapkan bahkan sejak 2 bulan sebelumnya. Begitulah, cobaan memang datang kapan saja tanpa permisi tanpa mohon ijin.
Wednesday, April 05, 2006
Nyamuk Nakal
Hal pertama yang paling berkesan selama di Indonesia adalah NYAMUK!!!
Wajahnya Lita digigit nyamuk dan meninggalkan bekas hitam yang merusak kemulusan dan kecantikannya. Kasihan Lita... Mungkin ini terjadi karena Lita tdk cukup imun dengan nyamuk Indonesia yang ganas :)

Wajahnya Lita digigit nyamuk dan meninggalkan bekas hitam yang merusak kemulusan dan kecantikannya. Kasihan Lita... Mungkin ini terjadi karena Lita tdk cukup imun dengan nyamuk Indonesia yang ganas :)
Saturday, April 01, 2006
Indonesia
Yang menjemput Lita adalah Ninik (Nenek), Bu Iluh dan Om Upik. Ninik nampak sangat tegang menunggu kehadiran cucu kesayangannya he..he..
Singkat cerita, kita meluncur ke kampung di Tabanan dan tentunya semua orang sudah menunggu dengan harap-harap cemas. Gimana sih tampang Lita yang bule itu he..he.. [bule karena lahir di LN katanya he..he..]
Suasana kampung berubah semarak karena hampir semua orang memberi sambutan. Mereka menyapa dengan ramah layaknya orang desa, bertanya tidak henti-henti dan menggendong Lita secara bergantian. Suasanya sangat meriah.... Senang rasanya kembali ke kampung halamanan.
Thursday, March 23, 2006
Tuesday, March 14, 2006
Lita Ditindik on 6th months old
Hari ini sangat bersejarah buat Lita. Hari ini Lita ditindik setelah berumur 6 bulan. Di Sydney memang ada aturan, bayi disarankan ditindik setelah umur 6 bulan. Proses tindiknya menggunakan penembak otomatis dan antingnya langsung ditembakkan untuk melubangi telinga.

Lita dipegang ayahnya sesaat sebelum ditindik. Petugas di apotik East Garden sedang membersihkan daun telinga Lita dengan alkohol

Lihat tuh di telinga kanannya, kelihatan antingnya kan? :)

Lita dipegang ayahnya sesaat sebelum ditindik. Petugas di apotik East Garden sedang membersihkan daun telinga Lita dengan alkohol

Lihat tuh di telinga kanannya, kelihatan antingnya kan? :)
Friday, March 10, 2006
Bulu Tangkis
Kita merambah dunia olahraga yang lebih beragam, terutama saat-saat menjelang pulang. Sekarang, di samping renang, dan golf1, bulu tangkis menjadi salah satu pilihan favorit. Berbulu tangkis ria setiap weekend2 menjadi acara rutin sejak beberapa bulan lalu (ya bilang aja gitu, padahal sebenernya baru 2 kali sih).

Ini adalah tim bulu tangkis handalan kita, dari kiri ke kanan: (belakang) Asti+Lita, Putu, Wulan+Nirtan (depan) Andi, Ode+Krisna, Bli Sutil, Bli Sujata.
Terlihat jelas dalam gambar:
1. Bapak yang bertanggung jawab
2. Ibu yang merasa "bajang" (baca: single)
3. Bapak yang atletis dan sporty
4. Ibu yang sayang anak
5. Pemuda tampan yang masih "available"
Silahkan Anda tentukan sendiri pilihan Anda :))
Salam bulu tangkis
Footnotes (terbiasa nulis tesis, jadi harus pakai footnotes)
1 kalau yang ini sudah rada-raga bosen, soalnya cuma gitu-gitu aja sih
2 hari jumat sore, sudah kita hitung sebagai weekend, hingga minggu jam 00 am

Ini adalah tim bulu tangkis handalan kita, dari kiri ke kanan: (belakang) Asti+Lita, Putu, Wulan+Nirtan (depan) Andi, Ode+Krisna, Bli Sutil, Bli Sujata.
Terlihat jelas dalam gambar:
1. Bapak yang bertanggung jawab
2. Ibu yang merasa "bajang" (baca: single)
3. Bapak yang atletis dan sporty
4. Ibu yang sayang anak
5. Pemuda tampan yang masih "available"
Silahkan Anda tentukan sendiri pilihan Anda :))
Salam bulu tangkis
Footnotes (terbiasa nulis tesis, jadi harus pakai footnotes)
1 kalau yang ini sudah rada-raga bosen, soalnya cuma gitu-gitu aja sih
2 hari jumat sore, sudah kita hitung sebagai weekend, hingga minggu jam 00 am
Monday, March 06, 2006
Packing
Hari kepulangan semakin dekat nih :(
Suasana sehari-hari mulai dipenuhi persiapan mudik. Packing salah satunya yang sudah harus selesai dilakukan tanggal 7 Maret karena semua barang harus dikirim. Hari ini, packing sdh 96 persen selesai dan tinggal ngurus surat ke konjen (minta cap, biasa lah sebagai PNS memang banyak administrasi yang harus dilakukan he.he..)
Lihat nih barangnya :)

Tentu saja ini tidak sebarapa dibandingkan teman lain. Ada yang 20 kardus, ada yang bahkan hampir 30 kardus. Kita cuma 16 kardus, itupun nggak berat-berat. Memang kilihatan yang suka belanja sama yang nggak (baca: yang punya duit sama yang nggak punya)
Anyway, satu persatu terselesaikan.. hari bresejarah itu akan tiba dalam 22 hari :(
Suasana sehari-hari mulai dipenuhi persiapan mudik. Packing salah satunya yang sudah harus selesai dilakukan tanggal 7 Maret karena semua barang harus dikirim. Hari ini, packing sdh 96 persen selesai dan tinggal ngurus surat ke konjen (minta cap, biasa lah sebagai PNS memang banyak administrasi yang harus dilakukan he.he..)
Lihat nih barangnya :)

Tentu saja ini tidak sebarapa dibandingkan teman lain. Ada yang 20 kardus, ada yang bahkan hampir 30 kardus. Kita cuma 16 kardus, itupun nggak berat-berat. Memang kilihatan yang suka belanja sama yang nggak (baca: yang punya duit sama yang nggak punya)
Anyway, satu persatu terselesaikan.. hari bresejarah itu akan tiba dalam 22 hari :(
Saturday, March 04, 2006
Menjelang Pulang
Wah, ternyata ayahnya Lita lama sekali nggak pernag ngeblog :( Alasan utamanya sih karena sedang menyelesaikan thesis, tapi sebenarnya karena males saja dan kurang disiplin dengan waktu. Atau karena stress mau pulang ya?
Oh ya, tidak terasa (sebenarnya terasa juga sih), sebentar lagi kami mau pulang ke tanah air. Ada perasaan senang luar biasa karena akan berkumpul lagi dengan keluarga besar, tapi juga sedik karena akan berpisah dengan teman-teman semua di Sydney :(
Anyway, hidup memang harus begitu barangkali. Datang dan pergi untuk sebuah cita-cita (Trisma banget sih).
Karena lama tidak ngeblog, kali ini mau cerita agak panjang nih. Ada beberapa kegiatan yang terlewatkan dan belum didokumentasi di blog. Berikut foto dan ceritanya.

Baju baru
Hari Minggu tanggal Februari 2006, kita pergi ke Maroubra Beach untuk Banyu Penaruh. Banyu Penaruh adalah tradis mandi ke laut atau sumber air, sehari setelah hari raya Saraswati. Kalau di Tabanan, biasanya orang-orang mandi di pancuran. Wah segarnya. Di Sydney jelas tidak pancoran seperti di Tabanan, jadi ya ke pantai aja.
Sayang sekali saat kita sampai di pantai, ada shark warning. Menurut petugas pengaman pantai, disinyalir ada hiu yang terlihat di kejauhan. Semua orang yang berenang di pantai diminta menghentikan aktivitasnya dan kembali ke tepi. Akibatnya, kita nggak jadi mandi di pantai. Kangoang kita olah raga volley anak-anak di pantai dan rujakan. Untung kita sedia makanan dari rumah. Ini foto Lita dengan baju barunya. Cantik ya?

Tante Lidia
Malamnya Lita, ayah dan ibunya diundang oleh Tante Lidia untuk makan malam di apartemennya di Kingsford. Tante Lidia mau berangkat ke Canada Bulan Juni untuk menunaikan kewajian kemanusiaan yang mungkin tidak etis kalau dishare di blog. Kalau mau tahu, silahkan tanya sendiri orangnya ya :) Lita senang sekali dimomong sama Tante Lidia.

Ayah dan anak
Lita punya kebiasaan yang sangat unik dan (mudah-mudahan) baik. Dia senang sekali menyimak kalau ayahnya sedang cerita atau menjelaskan sesuatu. Lita bisa tahan menatap ayahnya berlama-lama seakan mengerti apa yang dijelaskan, padahan topiknya selalu berat dan dewasa :))

Duduk sendiri
Lita sekarang sudah semakin berani duduk sendiri. Tapi belum bisa bangun sendiri sih, masih harus didudukkan dulu terus dilepas. Lumayan dia bertahan lama dan tidak takut sama sekali. Di kasur sudah tumbang berkali-kali tapi tidak pernah trauma. Good girl!

Pantai Coogee
Setelah gagal ber-banyu penaruh minggu lalu di Maroubra Beach, kini saatnya membayar kergian itu. Rombongan weekend (Ode, Putu, Krisna, Bli Sutil, Wulan, Nirtan) kali ini meluncur ke Coogee untuk mandi di laut. Ayahnya Lita dan papanya Nirtan sempat bermain gelombang. Fun juga. Sayangnya kemudian ada blue bottle (semacam ubur-ubur) yang banyak terdampar dan dinilai membahayakan pengujung. Akhirnya mandipun harus dihentikan.

botol
Lita kini mulai fasih pegang botol sendiri. Sebenarnya sudah agak lama sih tapi baru kali ini disadari bahwa Lita bisa mengarahkan ke mulutnya dan minum walaupun belum sempurna betul.

Dua bayi
Lita dan Nirtan kini suka main berdua. Andaikan mreka tahu kalau mereka sudah dijodohkan he..he..he..
Oh ya, tidak terasa (sebenarnya terasa juga sih), sebentar lagi kami mau pulang ke tanah air. Ada perasaan senang luar biasa karena akan berkumpul lagi dengan keluarga besar, tapi juga sedik karena akan berpisah dengan teman-teman semua di Sydney :(
Anyway, hidup memang harus begitu barangkali. Datang dan pergi untuk sebuah cita-cita (Trisma banget sih).
Karena lama tidak ngeblog, kali ini mau cerita agak panjang nih. Ada beberapa kegiatan yang terlewatkan dan belum didokumentasi di blog. Berikut foto dan ceritanya.

Baju baru
Hari Minggu tanggal Februari 2006, kita pergi ke Maroubra Beach untuk Banyu Penaruh. Banyu Penaruh adalah tradis mandi ke laut atau sumber air, sehari setelah hari raya Saraswati. Kalau di Tabanan, biasanya orang-orang mandi di pancuran. Wah segarnya. Di Sydney jelas tidak pancoran seperti di Tabanan, jadi ya ke pantai aja.
Sayang sekali saat kita sampai di pantai, ada shark warning. Menurut petugas pengaman pantai, disinyalir ada hiu yang terlihat di kejauhan. Semua orang yang berenang di pantai diminta menghentikan aktivitasnya dan kembali ke tepi. Akibatnya, kita nggak jadi mandi di pantai. Kangoang kita olah raga volley anak-anak di pantai dan rujakan. Untung kita sedia makanan dari rumah. Ini foto Lita dengan baju barunya. Cantik ya?

Tante Lidia
Malamnya Lita, ayah dan ibunya diundang oleh Tante Lidia untuk makan malam di apartemennya di Kingsford. Tante Lidia mau berangkat ke Canada Bulan Juni untuk menunaikan kewajian kemanusiaan yang mungkin tidak etis kalau dishare di blog. Kalau mau tahu, silahkan tanya sendiri orangnya ya :) Lita senang sekali dimomong sama Tante Lidia.

Ayah dan anak
Lita punya kebiasaan yang sangat unik dan (mudah-mudahan) baik. Dia senang sekali menyimak kalau ayahnya sedang cerita atau menjelaskan sesuatu. Lita bisa tahan menatap ayahnya berlama-lama seakan mengerti apa yang dijelaskan, padahan topiknya selalu berat dan dewasa :))

Duduk sendiri
Lita sekarang sudah semakin berani duduk sendiri. Tapi belum bisa bangun sendiri sih, masih harus didudukkan dulu terus dilepas. Lumayan dia bertahan lama dan tidak takut sama sekali. Di kasur sudah tumbang berkali-kali tapi tidak pernah trauma. Good girl!

Pantai Coogee
Setelah gagal ber-banyu penaruh minggu lalu di Maroubra Beach, kini saatnya membayar kergian itu. Rombongan weekend (Ode, Putu, Krisna, Bli Sutil, Wulan, Nirtan) kali ini meluncur ke Coogee untuk mandi di laut. Ayahnya Lita dan papanya Nirtan sempat bermain gelombang. Fun juga. Sayangnya kemudian ada blue bottle (semacam ubur-ubur) yang banyak terdampar dan dinilai membahayakan pengujung. Akhirnya mandipun harus dihentikan.

botol
Lita kini mulai fasih pegang botol sendiri. Sebenarnya sudah agak lama sih tapi baru kali ini disadari bahwa Lita bisa mengarahkan ke mulutnya dan minum walaupun belum sempurna betul.

Dua bayi
Lita dan Nirtan kini suka main berdua. Andaikan mreka tahu kalau mereka sudah dijodohkan he..he..he..
Monday, February 20, 2006
Lita is five months old
Dibulan kelima ini, Lita mengadakan perjalanan ke wolonggong bersama kak Krisna dan kak Neo...

Gagal ke Nan Tien Temple karena udah kesorean...

Akhirnya ke wolonggong beach... tapi anginnya "barat" sekali, jadi gak lama2 disana :(

Perjalanan yg jauh... Neo dan Lita nangis bareng... akhirnya istirahat buat "download" ASI

Kemampuan Lita bertambah, Lita udah bisa duduk tanpa ditopang lagi...

pake rok baru lho...

Kemampuan baru yg lain, Lita udah bisa mukul2 meja...

Lalu Lita juga udah bisa "pupu" sendiri(ditatur: Jawa-red)

Lita udah bisa guling2, ketahuan waktu bangun tidur kejepit diantara kasur dan cotnya... hikks... maafin ibu ya...

Lita klo maem duduk dikursi ini...

bobonya udah muter2 dan tengkurep... ngabisin space tidur ayahnya...hikks...

Gagal ke Nan Tien Temple karena udah kesorean...


Akhirnya ke wolonggong beach... tapi anginnya "barat" sekali, jadi gak lama2 disana :(


Perjalanan yg jauh... Neo dan Lita nangis bareng... akhirnya istirahat buat "download" ASI


Kemampuan Lita bertambah, Lita udah bisa duduk tanpa ditopang lagi...


pake rok baru lho...


Kemampuan baru yg lain, Lita udah bisa mukul2 meja...


Lalu Lita juga udah bisa "pupu" sendiri(ditatur: Jawa-red)


Lita udah bisa guling2, ketahuan waktu bangun tidur kejepit diantara kasur dan cotnya... hikks... maafin ibu ya...


Lita klo maem duduk dikursi ini...


bobonya udah muter2 dan tengkurep... ngabisin space tidur ayahnya...hikks...

Subscribe to:
Posts (Atom)
