Tuesday, February 13, 2007

Cerita hidup

Halo sahabat yang budiman,

Mungkin ada satu atau dua orang kawan yang pernah berkunjung ke blog ini dan kecewa karena sangat amat jarang di-update. Alasan klasik, tidak sempat. Ya kata-katan ini memang sangat menakjubkan, sederhana tetapi efektif untuk dijadikan alasan.

Belakangan ini hidup kami memang sedikit berubah. Tidak sedikit, banyak bahkan. Asti diterima bekerja di WHO Indonesia sejak Desember tahun lalu, sementara saya sendiri masih di UGM, cukup asik dengan aktivitas mengajar [terutama mengajar mahasiswi :)] dan riset-riset kecil di kampus. Yang menarik di bahas adalah, kami sekarang statusnya terpisah. Asti dan Lita di Jakarta, tinggal di Bekasi dengan Mbak Komang sekeluarga, sementara saya sendiri di Jogja, ditemani ibu mertua yang setiap pagi selalu membuatkan teh atau susu panas. What a life.

Hidup berpisah tentu saja tidak diidam-idamkan keluarga manapun. Hidup bersama, dalam banyak hal, pasti lebih baik. Apa daya, kami ternyata tidak memiliki banyak pilihan, dan berpisah [untuk sementara] adalah jalan yang ternyata harus ditempuh. Kini sudah hampir dua bulan kita berjauhan.

Lita yang tinggal dengan Ibu dan sepupunya di Bekasi mengalami perkembangan yang pesat. Kosakatanya bertambah dengan drastis dan daya survivalnya juga terasah dengan sangat baik. Maklum, hidup dengan dua anak kecil lainnya membuat dunia serasa berbeda bagi Lita. Ada perebutan kekuasaan, ada aktivitas mempertahankan hak milik dan sebagainya. Ada juga kekerasan kecil versi anak kecil yang akhirnya Lita harus terbiasa dan beradaptasi dengan semuanya. Singkat kata, Lita tumbuh menjadi anak yang lebih tangguh. Postitifnya, Lita sekrang jauh lebih bisa berbagi dengan saudaranya. Lita mulai mengerti arti milik bersama. Semoga situasi ini memang positif untuk Lita ke depan. Oh ya, Lita bahkan sudah bisa bilang "Suastiastu"

Selama berpisah, saya memiliki kewajiban baru: Menunaikan kewajiban cinta setiap mingga atau dua minggu sekali. Berat di ongkos, pasti. Tetapi astungkara, semua terlewati dengan baik. Ada kekuatan dan kekuasaan cinta yang bahkan menggilas kebenaran-kebenaran logika. Seorang dosen golongan IIIA yang belum asisten ahli, ternyata juga bisa melakukan perjalanan ke Jakarta minimal 2 minggu sekali. Isn't fantastic? Jangan khawatir, tidak ada korupsi di sini :)

Perkembangan selanjutnya, Ninik (Ibu) [ingat, bedakan ibu dengan meme'] sempat harus didatangkan ke Bekasi untuk membantu momong Lita. Sementara Meme' di rumah mengurus rumah tangga, bisnis, adat, "tua" dan tentu saja anak tirinya Komang :). Sementara itu Ibu memiliki kewajiban mengasuh cucu tirinya di Bekasi :) [ini adalah cerita lain lagi]. Ibu tentu saja sebagai baby sitter sementara saja di Bekasi. Kalau sudah ada yang menggantikan, Ibu sebaiknya pulang ke Bali karena beliau lebih dibutuhkan di sana.

Situasi terkini:
Seorang "nyama" dari Piling Tabanan, bersedia membantu momong Lita dan sejak 10 Februari, Kadek (begitu namanya) telah resmi menjadi baby sitter Lita di Bekasi. Tentunya Kadek tidak hanya untuk Lita tetapi juga Nanda dan Gita, dua saudara serumah Lita :)

Begitulah, hidup berlalu dengan sangat cepat dan perubahan terjadi dalam hitungan detik. Banyak hal telah terjadi dan semoga cerita singkat ini bisa mewakili keterputusan cerita yang telah terjadi selama ini.

Inilah beberapa foto terbaru Lita. Lita sekarang sudah besar dan semakin cantik.






Monday, October 30, 2006

Bu.... Yah....

Senangnya hati ibu di usia 13,5 bulan, Lita sudah bisa memanggil "Bu..." dengan tatapan manjanya ke arahku. Juga ketika memanggil "yah..." ketika ingin menunujukkan sesuatu ke ayah. Kata "Ibu dan ayah" memang lebih sulit diucapkan anak dibanding dengan kata "mama dan papa".

Friday, October 20, 2006

Kisah2 yang Tertinggal

Beberapa moment penting yang belum sempat dikisahkan...



Makan malam bersama di pizzahut... Ternyata mBah Putri suka lho... Pertama kalinya juga Lita duduk di high chair... gak bisa diemmmm... maunya maenan terus. Posted by Picasa


Pekak sempet datang nengeok Lita, di bulan Agustus. Pekak membuatkan taman kecil yang indah di rumah kecil kami... Makasih Pekak. Posted by Picasa


Lita bermain kejar2an di rumah Putri (tengah), keluarga Bli Putu Putrayasa... Posted by Picasa


Ternyata Lita cantik dengan jilbab yg dipakaikan mBak Tini...  Posted by Picasa


Lita sempet susah klo duduk makan, harus digendong... Setelah dibelikan ayah High chair ternyata Lita mau makan... Bagus utk membiasakan makan di meja... Posted by Picasa

2 Minggu Lita ditinggal ibu

Perasaan yg paling berat adalah ketika ibu harus pergi tugas ke Jakarta selama 2 minggu... apalagi Lita ketika itu sedang sakit batuk pilek... Ibu mana yg tega... tapi Ibu harus melakukannya....



Sebelum ibu berangkat, Lita memakai baju polwan yg baru ibu beli...  Posted by Picasa


Beruntungnya ibu karena mBah Putri tetap mendampingi Lita, sehingga ibu bisa tenang meninggalkan Lita. Makasih sekali ya mBah.... Posted by Picasa


Om Eko dan Tante Tia juga sangat membantu dalam mengasuh Lita... Lita bayak belajar dan mengalami perkembangan yg pesat... yang mungkin tidak sempat ibu dan ayah lakukan sehari2... thanks on, tante... Posted by Picasa


Lita juga beruntung punya mBak Tini yg menyayangi Lita sepenuh hati... sampai gak pulang dalam 2 bulan terakhir karena ayah dan ibu bergantian pergi... Makasih mBak Tini... Posted by Picasa


makasih ayah atas dukungannya... terutama ketika Ibu khawatir kr Lita sempat dibawa ke UGD Bethesda karena lendir yg mengganggu pernafasan Lita... ayah selalu menenangkan ibu...Thanks yah Posted by Picasa


Ponakan2 ibu ini yg selalu menghibur ibu ketika ibu ingat akan Lita...:) Posted by Picasa


Sempet ikut merayakan Ulang tahun Bli Tut Widi  Posted by Picasa


Sepulang dr Jakarta, ibu terperangah melihat Lita cepat berkembang...hobi memanjat baby cotnya sehingga terpaksa baby cot harus direnovasi dulu oleh mBah Putri. Lita juga sudah bisa nunjukin kaki kanan-kirinya...  Posted by Picasa

Thursday, October 12, 2006

Lita udah Jalan!

Sebagai seorang ibu, kebahagiaanku adalah ketika anakku sehat dg tumbuh dan kembang yang normal. Gak ada yg lain :)

Tepat hari ini 12 Oktober 2006, di usianya yg ke 13 bulan, Lita sudah bisa berjalan sendiri. Setelah sekitar seminggu siang dan malam Lita berlatih berjalan. Untung Lita punya banyak pelatih yg sabar:) Thanks to Mbah putri, our nany mBak Tini, tante Tia, om Eko, Ayah dan Ibu, yang dengan sabar terus melatih.... jatuh dan bangun sudah biasa, Lita benar-benar ulet belajar.


belajar jalan

Perkembangan terbarunya yang lain adalah Lita sudah bisa menirukan gerakan kita. Ketika Lita makan, Lita duduk di high chairnya dengan boneka gadis kecil ditangannya. Dengan sendok kecil merahnya boneka itu disuapinnya seperti mbak Tini nyuapin Lita.... hakkk...hakk... (katanya sambil nyuapin...hihi). Lita juga udah tau perintah kiss: kiss baby, kiss ayah, kiss ibu. Lita udah bisa nunjukin bagian tubuhnya: mana kaki kanan, kaki kiri, hidung, mata, telinga, perut, pepe dan pipi. Lita juga udah misa mengenal dan mengikuti lagu dan gerakannya: topi saya bundar, dua mata saya, dll. Lita paling lucu klo megal megol pantatnya ketika ada musik. Selain itu Lita juga sudah bisa nyanyi, walaupun gak jelas lagu apa: apa namana...apanamana...apanamana....apanamana.... terus itu kata2nya sambil tepuk tangan. Yang mengagumkan lagi, Lita sudah bisa pegang pulpen dan corat-coret benang bundet di kertas dg gaya menulis... kadang sampai kakinya dicorat coretnya. Lita juga paling suka dengan buku, klo udah di kamar om Eko, rak bukunya diacak2, dan buku2 dibuka2nya. lucunya Lita gak pernah merobeknya... Sepertinya Lita akan jadi anak tomboy. Dapat dilihat klo Lita ditaruh di cot/box nya, dipanjatnya dinding cot yg bentuknya seperti penjara dan terbuat dari kayu.
Perkembangan makannya pun sudah seperti orang dewasa, itu sudah sejak Lita umur 8 bulan. Sampai saat ini blum ada masalah dengan makannya.

Pertumbuhannya juga lumayan pesat. Berat badan Lita sekarang udah 10 kg. Giginya sudah tumbuh 6, 2 dibawah dan 4 di atas, sayangnya antar gigi jarang-jarang hehe...

Tuesday, October 10, 2006


selamat menunaikan ibadah puasa

Tuesday, September 12, 2006

Lita Ultah Pertama

Kata Mbah Putri: "Jangan pernah melewatkan Ulang Tahun yang Pertama..." Alasannya mungkin karena segala yg pertama akan selalu menjadi sejarah. Pertama menikah, pertama dibangun, pertama dicium, pertama.... pertama.... dan pertama....

Untuk itu, seminggu menjelang ulang tahun Lita, mBah sudah mulai belanja segala keperluannya.... bayangkan aja utk 60 undangan anak2... Kenapa bukan ibu yg persiapkan? Maaf sekali ibu sangat sibuk utk persiapan ke Jakarta, sayang... tapi yang pasti ibu dan ayah ikut andil dalam pembuatan tulisan Selamat Ultah lho...:)



Lita dengan ramah menyambut teman2nya datang, berani duduk sendiri lho... Posted by Picasa


Ayah bersama Lita... mau kueeee yah.... hihi... Posted by Picasa


Ibu bersama Lita, tiup lilin yuk sayang... Posted by Picasa


Acara ultah Lita sesi malam,... bersama om2 dan tante2...sempet ganti kostum lagi...gaul juga ya Lita... Posted by Picasa


Senangnya Lita mendapat banyak hadiah dari 55 yang hadir, bayangkan ramenya...:)


buka kadonya bu... thanks to everybody who love me so much.... Posted by Picasa


Sahabat kecil Lita, Vio,berumur 8 bulan, turut hadir menyemarakkan.... Posted by Picasa





Rambut Lita udah panjang tuh... Lita bermain di baby cotnya...


Lita... mana perutnya:)Ini...!! jawab Lita. Posted by Picasa


Tal terasa Lita sudah besar ya.. cantik lagi... muah... Posted by Picasa


Lita berpose centil dengan kacamata nya yg serasi dg baju hadiah dari mBah Putri... Posted by Picasa