Thursday, May 31, 2007

Tour de Canberra

Akhir pekan lalu 26-27 Mei, sempat jalan-jalan ke Canberra menemui Bang Hendra dan keluarga. Bang Hendra adalah UN-Nippon Fellow yang banyak membantu selama aplikasi fellowship ini. Bang Hendra dan keluarta (Mbak Rino, Adrian 'the fireman', Uni Era, Anisa dan Nurul) sangat baik. Saya bahkan diperbolehkan menguasai kamar Adrian sementara sebagai tempat menginap. Beberapa foto sempat diabadikan, walaupun tidak sesemangat tahun 2004 ketika ke Canberra pertama kali :)
Di depan National Museum, gedungnya cantik, warna-warni dan asimetris :)


Canberra dari atas bukit.


Selama di Canberra sempat melihat pameran pemadam kebakaran. Ratusan anak dan orang tua datang dan anak-anak boleh naik kendaraan pemadam kebakaran dan mengamati dekat peralatan pemadam kebakaran. Banyak dari anak-anak ini yang bercita-cita menjadi fireman :)

Oh ya, di Australia, nomor telepon darurat bukan 911 tapi 000. Perlu diingat-ingat oleh siapa saja yang ingin datang ke Australia. Saya nampaknya terlalu banyak nonton film Holywood sehingga tahunya hanya 911 sebagai nomor darurat.

Tuesday, May 29, 2007

Lita menjelang 3 oton

Tidak terasa, Lita sudah tumbuh dan berkembang pesat sekali. Apalagi menjelang 3 oton ini. Bicaranya sudah lancar sesuai kemauannya, hobinya merusak maenan, yang unik lagi Lita takut akan gelap... akuk elap... Berikut beberapa foto yang sempet diabadikan bulan Mei ini.


Ibuk... Lita eek... eek becal kali... ibuk iyam dong (siram)... sambil maenan air, gak terasa udah selese... ibukkk... eek udah... ebok dong.

Lita pingin pake kacamata kaya ibu... tapi kebalik hehe... paling suka nglepas kacamata ibu klo mau bobo dan taruh dimeja. Aca (kaca) ibu na (mana)... bukak dong...
Klo beli baju harus dua dan sama walau warna bisa beda. Sudah seperti anak kembar memang. Klo gak gitu, kadang Gita nangis mo pake baju kaya dek Lita....
Liat aja dari kepala ampe kaki harus sama. Pake topi, celana kantong dan sandal. Btw, bagi yang sedang overseas, FYI, sekarang enggak yang besar enngak yang kecil sedang musim pake celana kantong seperti yang dipake Lita dan Gita.... So Ibu, Mama dan Mbok adek punya juga dan kembar juga. Yang belum mengikuti mode hanya papa dan nanda hehehe....

Tuesday, May 15, 2007

Chatting sama Lita

Hari ini, seperti hari-hari lain, ada komunikasi keluarga antara Wollongong dan Bekasi :)

Lita sekarang sudah ikut-ikutan mencet-mencet keyboard layaknya chatting dengan teks. Kalau biasanya hanya voice chat dengan webcam, sekarang Lita sudah merebut keyboard dari Ibu atau Bude Komang dan pencet sana sini.

Gambar ini adalah salah satu hasil chatting hari ini sama Lita. Tentu saja tidak bungi karena Lita cuma asal pencet saja he.he...

Oh ya, ditapsari adalah google accout-nya Mbak Komang, Budenya Lita yang tinggal di Bekasi. Selama ini Lita diasuh oleh Budenya kalau Ibu lagi di kantor. Makasih ya Bude Komang atas bantuannya ngasuh Lita. Kalau nggak ada Bude Komang, mungkin cerita keluarga akan berbeda. Terima kasih telah mengambil alih banyak tanggung jawab sehingga banyak hal lain yang bisa diselesaikan di tengah perjuangan keluarga.

Friday, May 11, 2007

TB Team-WHO

Dear all, posting sebelumnya ayah perkenalkan teman2 barunya di Wolonggong. Sekarang ibu ingin perkenalkan teman2 ibu di TB Team WHO....

Dari kiri ke kanan: ibu, mbak Nelsy (secretary), pak Franky (NPO), pak Servas (NC-Kupang), Petra Heitkamp (TO), ibu Rienarmi (NC-Papua), ibu Sri (NC-Surabaya), mas Erwin (Data Program), dan mbak Candy (ACS Program).

Liat nih, walaupun super sibuk, TB team tetep bisa nyanyi... Ini saat karaoke farewell party buat Petra. Suara ibu lumayan bagus lho... jadi berpikir, nanti kami berempat mo daftar Indonesia idol hehe....

Naik mobil ke sekolah

Dunia anak2 emang menyenangkan ya... Lita dan Gita berimaginasi ke sekolah naik mobil, pake tas dan topi... Lita paling seneng mainin bibir manyunnya...

Lita mau ke mana? Ke cekolah kakak nda... :)

Liat senyumnya yang nggak nguatin, kaya ayah yang besok ulang tahun... hehe...

Odalan Pura Bekasi

Sembahyang di Pura, bagi kami adalah sangat jarang kami lakukan... Bukan berarti kami tidak percaya Hyang Widhi, bukan berarti kami seorang yang murtad dan tidak beriman... Alasannya klasik, karena keterbatasan kami akan transportasi dan anak2. Untuk membawa anak2 ke Pura yang ekstra... Tapi ibu sadar hal ini tidak boleh menjadi alasan kita tidak ke Pura ya. Mudah2an Hyang Widhi memaklumi kondisi kami... karena Dia Maha Maklum.

Tuesday, May 08, 2007

Cinta ditolak Google Bergerak

Halo Ibu dan Lita di tanah air,
Semoga semua baik-baik saja ya. Lita sudah bisa apa sekarang?
Oh ya, ayah punya cerita bagus nih. Buku Ayah tentang Google sudah terbit lo :) Ternyata tidak sia-sia sering begadang selama ini ya Bu he..he.. Biarpun sekarang ayah jauh, terpisah dengan keluarga dan tidak 'produktif' di satu sisi, tetapi sangat produktif di sisi lainnya he..he..

Buku ini mulai beredar tanggal 10 Mei 2007 dan bisa didapatkan di toko buku terdekat langganan Anda (ceah ada pesan sponsornya nih). Oh ya, buku ini bagus banget lo isinya. Di dalamnya ada tips dan trik menggunakan hampir semua fitur Google. Misalnya, Ibu tahu nggak caranya mencari animasi tentang tsunami dengan sekali klik di Google? Tahu nggak gimana caranya menemukan dokumen pdf tentang kamasutra khusus dari situs universitas di australia? Belum tahu kan! Makanya buku ini penting untuk dimiliki. Kasih tahu teman-temannya ya :)

Oh ya, kalau Lita mau belajar fisika, Google juga bisa menghitung besarnya gaya antara dua benda lo. Dengan mengetikkan G*(12 kg * 10 kg)/20 m^2 maka Google akan menghitung besarnya gaya di antara dua benda masing-masing bermassa 12 dan 10 kg yang terpisah sejauh 20 meter. Canggih nggak? Makanya kasih tahu teman-temannya Lita supaya beli buku ini ya. Nanti kan ayah bisa jadi kaya he.he..he. Kalau ada yang tertrarik, silahkan lihat review dan daftar isi-nya

Ok segitu dulu info kali ini, ayah akan kabari lagi kalau sudah ada buku baru lagi ya. Sekarang masih sedang dalam penerbitan. I love you.

Monday, April 30, 2007

Another house warming

Hari ini ada "another house warming". Kali ini persertanya "quite" internasional. Meski begitu, masakannya tetap sama: Sate dan lawar serta nasi kuning Andalan. Yang datang ada 8 orang dan jadinya 9 sama tuan rumah :)

Dari foto ini bisa dilihat ada 8 orang karena 1 orang belum datang ketika foto diambil. Dari kiri ke kanan: Amelia (Malaysia), Andi (Indonesia), Martha (Indonesia), Daisuke (Jepang), Michael (Filipina), Mary An (Filipina), Jane (Kenya), dan Kresno (Indonesia). Mau tahu seperti apa menunya, silahkan simak foto berikut :)


Thursday, April 26, 2007

Kembali ke UNSW

Tanggal 25 April 2007 ada pameran buku alias book fair di UNSW. Acara ini dilaksanakan tahunan dan menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu banyak orang. Dalam pameran buku ini, dipajang (dan terutama dijual) ribuan koleksi buku second hand [tadi mau bilang buku bekas, rasanya nggak tega karena ini menimbulkan kesan negatif bagi pembaca yang tidak tahu he.he..] dari berbagai disiplin ilmu.

Tahun 2005, sempat menikmati pameran serupa dan waktu itu berhasil membeli setidaknya 3 kardus buku. Luar biasa beratnya he.he.
Kali ini, datang ke pameran buku bersama pasukan Wollongong: Mbak Martha, Mbak Heni, Hendi dan Nita. Rombongan berangkat dari Stasiun Wollongong naik kerena jam 06.01 pagi. Benar. Harus pagi-pagi sekali karena antriannya akan sangat amat panjang. Walaupun pameran dibuka jam 12, jam 10 sudah ada orang yang rela duduk-duduk ngantri di depan pintu gedung pameran.

Kesempatan untuk berkunjung ke UNSW ini kami gunakan untuk tur keliling UNSW karena kebetulan kami tiba di UNSW agak pagi. Tur diisi (terutama) dengan foto-tofo dan mengunjungi tempat-tempat yang fenomenal seperti The Scientia, Library, University main walk, geung faculty of law yang baru dan tentu saja Quadrangle yang ada jam mataharinya :) Ini saat-saat kembali ke UNSW dan menyempatkan diri berpose di depan jam yang penuh nilai astronomis geodetis itu.

Monday, April 23, 2007

Ulah Lita

Menginjak usia 1 tahun 7 bulan ini, Lita sudah mulai nampak karakternya. Berikut foto2 yang sempat diabadikan mengikuti perkembangan Lita.

1. Lita paling manja ama kakak Nanda
Kalau Kak Nanda maen kereta, Lita paling suka nimbrung alias gangguin. Ini yang kadang2 bikin Lita kena amarah Kak Nanda. Tapi kadang2 Lita mendapat jatah kereta dari Nanda. Jadi mereka maen sama2 deh.

 


Betapa lengketnya Lita ama kak Nanda :)

 
Posted by Picasa

Lita menunjukkan Gaya "Eek" di WC ... Btw Lita sudah berhasil BAB di WC lho...

2. Lita gigih ingin belajar
Bisa pakai celana sendiri, sepertinya itu tekadnya. Lita sering ambil celana sendiri trus dipakenya dan... berhasil!!!... walaupun kedua kakinya masuk di satu lubang hehehe...

 


Sampe baju kakak nanda dijadikannya percobaan jadi celana, lubang tangan jadi lubang kaki :)

 
Posted by Picasa

Berhasil!!!...

"Say it with flowers"

Ketika cinta telah lama terbina, apalagi sudah menghasilkan buah hati yang menyita perhatian kita.... Kata cinta kadang tak terucap sesering dulu bahkan romantisme itupun mulai dilupakan.

Tapi ternyata itu tak berlaku buat Ayah... selalu ada kejutan di hari special kami... ternyata ibu tetap mendapatkan sekuntum bunga cinta dari ayah di Hari Ulang tahun pernikahan kami (walaupun dikirimnya agak terlambat hehehe).

 
Posted by Picasa

Bunga dan love bear kini menghias meja kerja ibu... menambah semangat utk tetap melanjutkan perjuangan kami...

Saturday, April 21, 2007

Farewell party for ayah

Halo teman-teman pengunjung,

Sebenarnya cerita ini harus diposting dulu tapi berhubung belum sempat karena kesibukan, jadinya ceritanya baru ditampilkan sekarang.

Hari ini Ayah ngundang semua saudara di Jakarta untuk makan malam di KFC Carefour Bekasi Timur. Yang diminta datang sih semuanya (Keluarga Mas Wawan, Mas Ari dan Mbak Komang) tetapi sayang Mas Wawan dan keluarga gak bisa datang :)

Makannya berlangsung seru dan menyenangkan, diakhiri dengan foto-foto. Ini dia dua foto terbaik yang ditampilkan.

 
Ini foto bersama, dari kiri ke kanan: Mas Ari gendong Arya, Titi, Mbak Komang meluk Nanda, Mbak Min, Kadek, Ibu gendong Nara, Mbak Jum, Bu Lek Ik gendong Lita dan Ayah gendong Gita.



 

Ayah dikerubutin sama anak dan ponakan: Ayah gendong Gita (di tangan kanan) dan Lita (di tangan kiri. Di depan ada Nanda yang sedang angkat tangan dan Arya yang pakai jaket.

Monday, April 16, 2007

House Warming

Sudah beberapa lama di Wollongong, baru kali ini sempat mengundang teman-teman Indonesia ngumpul di apartemen baru. Akhirnya house warming dilakukan tanggal 16 April dan dihadiri oleh 8 orang :)

Makasih ya untuk kedatangan teman-teman dalam acara makan malam: Mbak Martha, Mas Zain, Mas Kresno, Mas Hendi, Mbak Nita, Mbak Heni, Pak Sahid dan Bang Alex. Semuanya adalah teman-teman baru di Wollongong yang memberi banyak support selama proses settling down.

Makan malamnya cukup seru, menu utama adalah nasi kuning, sate bali dan lawar buncis (thanks to Bli Sutil for the recipe). Sate bali memang josh.... I miss the old days in Sydney, really. Setelah makan malam, acara dilanjutkan dengan ngobrol hangat, mulai dari cerita mahasiswi dari Mas Kresno hingga kisah unik supir taxi di Bandung yang juga berperilaku sebagai marketing :)

Oh ya, kalau tertarik untuk mengetahui alamat rumah versi Google Maps, silahkan simak di sini

Sunday, April 15, 2007

ULANG TAHUN PERNIKAHAN KE 4

FLASHBACK

Menerawang 4 tahun silam, 13 -14 April 2003 adalah moment yang bersejarah dalam hidup kami, Asti dan Andi. Setelah hampir 6 tahun kami berpacaran (sejak 15 November 1997), akhirnya Bli Andi menetapkan pilihannya padaku... :)


Posted by Picasa
Berjanji untuk berbagi suka dan duka, membina rumah tangga yang bahagia berdasar dharma... dengan buah hati kami LITA...


Ulang tahun pertama Pernikahan kami masih berdua berjuang hidup di Australlia. Ulang tahun kedua, excited dengan adanya buah hati kami di dalam kandungan Ibu. Ulang tahun ketiga, sudah lahir seorang putri yang cantik dan sehat, Putu Ambalita Pitaloka Arsana. Ulang Tahun keempat ini pertama kalinya tidak bisa kita rayakan bersama... karena ayah harus berjuang di negeri Kangguru sana dan sementara Ibu dan Lita di Jakarta.

Hidup memang penuh perjuangan, terimakasih ayah sudah mengajarkan banyak hal pada Ibu terutama dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat. I LOVE U AYAH,....

IBU DAN LITA

Monday, April 09, 2007

Komunikasi Dunia Maya


Selama berjauhan, komunikasi keluarga dilakukan dengan webcam. Beruntung Lita hidup di jaman teknologi. Komunikasi bukan lagi hambatan. Kapanpun, komunikasi bisa dilakukan dengan harga yang relatif tidak mahal. Foto ini adalah salah satu capture waktu chatting dengan webcam :)
Posted by Picasa

Sunday, April 08, 2007

Nangkil ke Gunung Salak

Agenda kita dalam rangka libur ester tahun ini adalah “nangkil” (red-berkunjung) ke Pura di gunung Salak, ke arah Bogor sekitar 2 jam perjalanan dari Bekasi. Bersama keluarga Uwak Adek di Tangerang kami berangkat, namun sayang papa gak bisa ikut karena harus menunaikan tugas yang gak kalah mulia (manusa yadnya, alias key person di arisan, no one can hand over hehehe). Anyway, kita semua happy, anak2 juga happy…. Nih beberapa foto yang sempet diabadikan.


''
Sampai di Gunung Salak, Lita bobo lelap...

''
Foto bersama di depan Pura, sayang sekali kabut tebal....

''
Lita pake jaket eskimo, karena sempet kabut tebal dan hujan...

Thursday, March 29, 2007

Back to Australia

Pepatah yang mengatakan "time flies" memang benar adanya. Belum genap setahun kami pulang ke tanah air, kini saya harus kembali ke Australia. Di satu sisi ini perlu disyukuri, di sisi lain cukup menyedihkan karena kali ini Asti dan Lita tidak turut serta. Saya mendapat kesempatan untuk menjadi research fellow melalui program UN-Nippon Foundation Fellowship yang dikelola oleh DOALOS, UN.

Sebagai orang biasa, wajar jika ini saya sebut sebagai pencapaian yang tinggi. Kesempatan untuk melakukan riset dengan dana PBB selama 6 bulan di Wollongong dan 3 bulan di New York (ya betul, di US), tentunya bukanlah sesuatu yang berlebihan untuk diceritakan dengan senang hati. Demikianlah, saya mulai akhir Maret resmi terdaftar sebagai research fellow untuk tema "ocean affairs and the law of the sea", sebuah topik yang digeluti cukup serius selama tiga tahun terakhir ini.

Tanggal 23 Maret mendarat di Bandara Sydney dijemput Bli Sujata dan Bli Sutil, dua sahabat setia di Sydney. Tidak saja dijemput, mereka dengan senang hati (kaya'nya sih) menyediakan tumpangan sementara.
Yang lebih menggembirakan, masih ada kesempatan ikut wisuda di UNSW untuk master of engineering yang terselesaikan tahun lalu. Sebuah "coinsidence" yang luar biasa. Akhirnya, tanpa mengharap terlalu banyak, saya berhasil duduk di deretan terhormat wisudawan dan wisudawati UNSW periode 27 Maret 2007. Sangat menyenangkan.

Kembali ke topik semula,
Saya sudah mendapatkan apartemen satu unit di Wollongong dan ini tidak lepas dari bantuan Mb Dian yang juga didukung oleh Mari, Gadis Jepang yang sampai tanggal 31 Maret masih tinggal di apartemen tersebut. Alam sepertinya berpihak, semuanya mudah dan lancar. Tidak ada hambatan berarti ketika harus melakukan taking over dari Mari. Astungkara, Hyang Widhi maha mengerti.

Kehidupan Sydney tidak terlalu banyak berubah sejak ditinggalkan hampir satu tahun lalu. Yang menyenangkan adalah dua sahabat baik kini sedang hamil. Sebagai orang Jawa mungkin saja mereka pantang disebut namanya dalam dunia maya ketika sedang hamil (ini baru mungkin, lo) maka saya memilih untuk tidak mengatakannya :)

Hari-hari awal di Sydney dilewati dengan nostalgia. Hari pertama dan kedua nginep di Chatswood atas kemurahan hati sahabat lama Ode, Putu, dan Nina, hari ketiga di Kensington (thanks to Bli Sutil, Farid dan Firman), hari keempat pergi ke Wollongong untuk setor muka ke CMP, di mana riset akan dilakukan. Indah sekali bertemu kembali dengan Clive dan Myree di sana. Hari kelima mengikuti Wisuda dan mendengar pidato dari Gary Nairn seorang surveyor yang kini jadi anggota parlemen. Malamnya menghadiri graduation dinner yang sangat menginspirasi. Hari keenam diundang Mas Zaafri, Mbak Maria dan Mas Sony untuk makan malam di Ubud Restoran. Sangat menyenangkan kumpul kembali dengan teman lama. Cerita mengalir dan banyak hal mengejutkan yang sebelumnya kita tidak saling tahu.

Demikianlah cerita singkat kali ini, selanjutnya akan ada cerita-cerita kecil lainnya seputar kehidupan di Wollongong, Sydney, Bekasi dan Jakarta.

Tuesday, February 13, 2007

Cerita hidup

Halo sahabat yang budiman,

Mungkin ada satu atau dua orang kawan yang pernah berkunjung ke blog ini dan kecewa karena sangat amat jarang di-update. Alasan klasik, tidak sempat. Ya kata-katan ini memang sangat menakjubkan, sederhana tetapi efektif untuk dijadikan alasan.

Belakangan ini hidup kami memang sedikit berubah. Tidak sedikit, banyak bahkan. Asti diterima bekerja di WHO Indonesia sejak Desember tahun lalu, sementara saya sendiri masih di UGM, cukup asik dengan aktivitas mengajar [terutama mengajar mahasiswi :)] dan riset-riset kecil di kampus. Yang menarik di bahas adalah, kami sekarang statusnya terpisah. Asti dan Lita di Jakarta, tinggal di Bekasi dengan Mbak Komang sekeluarga, sementara saya sendiri di Jogja, ditemani ibu mertua yang setiap pagi selalu membuatkan teh atau susu panas. What a life.

Hidup berpisah tentu saja tidak diidam-idamkan keluarga manapun. Hidup bersama, dalam banyak hal, pasti lebih baik. Apa daya, kami ternyata tidak memiliki banyak pilihan, dan berpisah [untuk sementara] adalah jalan yang ternyata harus ditempuh. Kini sudah hampir dua bulan kita berjauhan.

Lita yang tinggal dengan Ibu dan sepupunya di Bekasi mengalami perkembangan yang pesat. Kosakatanya bertambah dengan drastis dan daya survivalnya juga terasah dengan sangat baik. Maklum, hidup dengan dua anak kecil lainnya membuat dunia serasa berbeda bagi Lita. Ada perebutan kekuasaan, ada aktivitas mempertahankan hak milik dan sebagainya. Ada juga kekerasan kecil versi anak kecil yang akhirnya Lita harus terbiasa dan beradaptasi dengan semuanya. Singkat kata, Lita tumbuh menjadi anak yang lebih tangguh. Postitifnya, Lita sekrang jauh lebih bisa berbagi dengan saudaranya. Lita mulai mengerti arti milik bersama. Semoga situasi ini memang positif untuk Lita ke depan. Oh ya, Lita bahkan sudah bisa bilang "Suastiastu"

Selama berpisah, saya memiliki kewajiban baru: Menunaikan kewajiban cinta setiap mingga atau dua minggu sekali. Berat di ongkos, pasti. Tetapi astungkara, semua terlewati dengan baik. Ada kekuatan dan kekuasaan cinta yang bahkan menggilas kebenaran-kebenaran logika. Seorang dosen golongan IIIA yang belum asisten ahli, ternyata juga bisa melakukan perjalanan ke Jakarta minimal 2 minggu sekali. Isn't fantastic? Jangan khawatir, tidak ada korupsi di sini :)

Perkembangan selanjutnya, Ninik (Ibu) [ingat, bedakan ibu dengan meme'] sempat harus didatangkan ke Bekasi untuk membantu momong Lita. Sementara Meme' di rumah mengurus rumah tangga, bisnis, adat, "tua" dan tentu saja anak tirinya Komang :). Sementara itu Ibu memiliki kewajiban mengasuh cucu tirinya di Bekasi :) [ini adalah cerita lain lagi]. Ibu tentu saja sebagai baby sitter sementara saja di Bekasi. Kalau sudah ada yang menggantikan, Ibu sebaiknya pulang ke Bali karena beliau lebih dibutuhkan di sana.

Situasi terkini:
Seorang "nyama" dari Piling Tabanan, bersedia membantu momong Lita dan sejak 10 Februari, Kadek (begitu namanya) telah resmi menjadi baby sitter Lita di Bekasi. Tentunya Kadek tidak hanya untuk Lita tetapi juga Nanda dan Gita, dua saudara serumah Lita :)

Begitulah, hidup berlalu dengan sangat cepat dan perubahan terjadi dalam hitungan detik. Banyak hal telah terjadi dan semoga cerita singkat ini bisa mewakili keterputusan cerita yang telah terjadi selama ini.

Inilah beberapa foto terbaru Lita. Lita sekarang sudah besar dan semakin cantik.






Monday, October 30, 2006

Bu.... Yah....

Senangnya hati ibu di usia 13,5 bulan, Lita sudah bisa memanggil "Bu..." dengan tatapan manjanya ke arahku. Juga ketika memanggil "yah..." ketika ingin menunujukkan sesuatu ke ayah. Kata "Ibu dan ayah" memang lebih sulit diucapkan anak dibanding dengan kata "mama dan papa".

Friday, October 20, 2006

Kisah2 yang Tertinggal

Beberapa moment penting yang belum sempat dikisahkan...



Makan malam bersama di pizzahut... Ternyata mBah Putri suka lho... Pertama kalinya juga Lita duduk di high chair... gak bisa diemmmm... maunya maenan terus. Posted by Picasa


Pekak sempet datang nengeok Lita, di bulan Agustus. Pekak membuatkan taman kecil yang indah di rumah kecil kami... Makasih Pekak. Posted by Picasa


Lita bermain kejar2an di rumah Putri (tengah), keluarga Bli Putu Putrayasa... Posted by Picasa


Ternyata Lita cantik dengan jilbab yg dipakaikan mBak Tini...  Posted by Picasa


Lita sempet susah klo duduk makan, harus digendong... Setelah dibelikan ayah High chair ternyata Lita mau makan... Bagus utk membiasakan makan di meja... Posted by Picasa