Wednesday, June 27, 2007

Tuesday, June 26, 2007

Berpisah untuk sementara

Berpisah untuk sementara antara ayah dan ibu, itu bukan lagi hal yang baru. Sudah 3 bulan kami berpisah dan rindu masih bisa dipendam. Namun mulai kemaren ibu harus berpisah selama 2 minggu dengan putri kesayangan ibu. Jujur saja rasanya lebih berat berpisah dengan Lita dibanding berpisah dengan ayah. Memang hubungan darah antara ibu dan anak terbukti sangat kuat.
Begini ceritanya, sudah 2 bulan yll kami punya plan utk isi holiday schoolnya nanda dengan berlibur ke bali. So, berangkatlah kami semua kecuali papa pada tgl 22 Juni. Sayang sekali ibu hanya bisa cuti satu hari sehingga ibu harus kembali ke jakarta tg 24 juni. Sesampainya di Bandara mama, nanda dan gita dijemput kakak papa utk langsung meluncur ke klungkung sementara mbok dek juga dijemput kakaknya utk langsung meluncur ke Piling. Lita dan ibu dijemput ninik pekak menuju rumah. Lita langsung lengket sama mereka terutama pekak.
Hari Sabtu, Lita di rumah saja dan langsung akrab dengan teman barunya, Sinta (SD klas 4) dan Tu Gek (SD Klas 5). Awalnya Lita memanggil mereka "teteh" (dalam bhs sunda berarti kakak), tapi lama2 dipanggilnya kakak. Semua orang senang melihat Lita... kedekne care moyo....
Hari minggu, Ibu, Lita, Pekak dan teteh2 pergi ke piling buat jemput mbok Dek. Sudah tradisi klo ke Piling harus mampir ke rumah mbok Ngah... Lita sempet maem disana dan numpang eek... hehehe. Setelah itu langsung meluncur ke rumah mbo Dek. Di sana Lita seneng sekali liat pupy milik Kadek... Lita lebih berani pegang dibanding dengan guguk yg besar. Setelah ngobrol, kami langsung pulang... Sempat istirahat 30 menit, langsung ibu berangkat menuju Bandara diantar nini pekak, om pik, mbok dek dan Lita. Sebelumnya kita harus mampir dulu ke rumah mbok Iluh karena dyah semalaman nangis ingin ketemu ibu utk tunjukin rapotnya. Senang sekali semua bisa kumpul. Lita langsung asik maen sepeda roda tiga.
Saat nya ke bandara, sepanjang jalan ibu memandang Lita, merenungi diri sendiri, apakah saya termasuk orang tua yg tega ama anak? Yakinkah ibu klo Lita bakal baik2 saja? Mudah2an, batin saya. Paling berat hati saya ketika kami berada di depan pintu cek in. Ibu bicara dengan Lita utk pamit dan menyampaikan pesan. Litapun angguk2 dan berikan kedua jempolnya sambil bilang OKE.
Setiap hari ibu follow up kondisi Lita, ternyata Lita nampak happy dan ceria. Ibu senang mendengarnya walaupun ibu sangat kesepian. Ternyata arti penting kehadiran seseorang buat kita baru dapat dirasakan ketika dia tidak ada. I Miss U honey....

Love
Ibu

Monday, June 25, 2007

Pemandangan dari Jendela

Memandang alam sekitar dan menikmatinya kadang bisa jadi pelarian sesaat yang menyejukkan setelah seharian di depan komputer. Memandang di kejauhan dari jendela di lantai 3 ini memberikan sajian alam yang ternyata indah. Keindahan ini tidak sering dapat dinikmati karena kesibukan dan ketidakpedulian. Sekali dilihat, banyak yang dia ajarkan tentang ketenangan, ketinggian, pencapaian dan bahkan kearifan.

Memandang alam dan menikmati keindahannya memang bisa menjadi pelepas dahaga, obat kerinduan akan canda kerabat yang jauh, pun bisa menyegarkan raga untuk kembali bekerja dan bekerja.

Winter mulai datang

Winter mulai datang. Wollongong nampaknya sedikit lebih dingin dibandingkan Sydney. Selain suhunya yang memang menusuk, anginnya sangat kencang sehingga jarang orang betah di luar rumah. Betapapun dinginnya, kehidupan harus berjalan, aktivitas harus tetap ditunaikan. Ke kampus pun harus tetap dilakukan. Untuk tantangan dan ketidaknyamanan seperti inilah rupanyan fellowship ini diciptakan, bukan untuk gaji bulanannya yang menggiurkan. Atau kalaupun gajinya memang membutakan, pastilah untuk ketidaknyamanan ini, gaji itu harus dikompensasikan.

Singkat cerita, ini adalah seragam ayah kalau akan berangkat ke kampus. Ayah naik sepeda selama kurang lebih 10 menit (kalau ngebut) dengan jalanan yang relatif bergelombang (untuk standar Australia). Walaupun dingin, terasa sehat. Lumayan exercise 20 menit setiap hari :)

Sunday, June 17, 2007

Lita Maen Sendiri

Ibu baru aja pulang dari Lampung nih. Sampai rumah langsung potong rambut, kegerahan katanya. Menurut ibu sih rambutnya jadi kependekan sekarang, tapi bagus kok. Masih tetap cantik :-)

Lita sudah lama belajar makan sendiri tapi ya itu, diacak-acak he he he. Sekarang Lita belajar maem sendiri pakai bubur ayam. Lihat tuh Lita makan ditemani Ibu dan disaksikan ayah dari kejauhan :)

BTW, sebentar lagi Lita mau ke Bali sama Ibu, Mama, Kakak Nanda, Gita dan Mbok Kadek. Lita nanti tinggal di Tabanan sama Ninik selama dua minggu sementara ibu di Bali selama 2 hari saja. Mudah-mudahan tidak ada masalah ya selama Lita liburan di Tabanan.

Sunday, June 10, 2007

Ibu mau ke Lampung

Rabu minggu ini Ibu mau ke Lampung. Wah terbang terus ya Bu, bertualang di seluruh nusantara. Lita benar-benar sudah terbiasa ditinggal Ibu dan Ayahnya :) Mudah-mudahan Lita jadi anak yang mandiri. Makasih ya buat Mama, Papa, Kakak Nanda dan Mbak Gita serta Mbok Kadek yang menjaga Lita selama tidak ada ayah ibunya.

Oh ya, foto ini diambil (lagi-lagi) dari webcam. Ibu cantik ya he..he.. baju merah kelihatan cerah. Tapi bukan celana panjang merah lo ya :) [ingat cerita lama].

Monday, June 04, 2007

Lita Otonan ke-3

Ini hari yang istimewa bagi Lita karena hari ini Lita tepat berusia tiga oton. Satu Oton adalah 210 hari yang merupakan pertemuan antara perhitungan hari berbasis lima (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dan bebasis tujuh (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu) dan dikaitkan dengan pawukon yang merupakan perhitungan berbasis 7 dan 30 (kalau ini agak rumit untuk diceritakan). Singkat kata, Lita lahir pada hari Senin Pahing Warigadian, hari inipun adalah Senin Pahing Warigadian. Hari ini meupakan hari lahir atau birthday Lita, tetapi bukan Ulang Tahun :).

Karena ayah sedang jauh di negeri orang, maka ayah mengikuti upacara Lita secara virtual saja dengan webcam. Thanks to Gtalk untuk transmisi suara dan YM untuk transmisi video. Perkembangan teknologi telah mengubah cara kami berkomunikasi, berkeluarga dan bahkan beragama. Tuhan juga pastilah internet literate sehingga Beliau pasti memaklumi umatnya yang sedang terpisah ribuan kilometer dan harus memanfaatkan teknologi ini untuk melaksanaan otonan.

Lihatlah Lita dengan kabaya merahnya, cantik sekali ya :)
Cerita lainnya akan diposting sama Ibu, mungkin ceritanya bisa lebih detail ya nanti.
Berikut ibu posting foto2 yang sempat diabadikan. Thanks to Bu Budha (ibu kepala bimas) atas bantennya yg amat lengkap. Pak Mangku di bekasi yang bersedia pimpin upacara, pak Nyoman yg membantu penjemputan, bli Tut sang photographer, mBak Mang yang gantiin ibu mebanten (kr ibu sedang mens), dan bulik ik serta kadek yang sibuk persiapkan hidangan yg lezat.


Banten otonan Lita yang dipesan dari Ibu Budha... cukup lengkap dengan tumpeng 11 dan banten suci.

Banten yang diletakkan dimana ari2 Lita ditanam. Ari2 yang pertama ditanam di Sydney dalam sebuah Pot yang ditanam pohon kecil.... As ayah said it still be treated well there by Bli Sutil family. Banten Kumara



Mbah dan Kakung datang ke Jakarta utk menghadiri serangkaian moment penting: otonan Nara, ultah pernikahan mbah, ultah Gita dan otonan Lita. Makasih ya mbah dan kakung.


Lita natab di ari2.


Satu hal yang kebetulan adalah Kadek yang ngempu Lita memiliki otonan yang sama dengan Lita, sehingga juga bertepatan dengan ulang tahunnya.... Jadi sekalian kadek natab bareng Lita


Lita agak rewel karena menjelang natab, sempet salto di depan pintu... Ibu juga sempet ganti baju karena abis nangis Lita muntah dibaju ibu... Pak mangku ketis tirta supaya agak tenang.

Semoga Lita tumbuh jadi anak yang sehat dan berbakti pada orangtua

2 Gadis kecil yang cantik tumbuh bersama dan bergandengan tangan... Mungkin sudah 101 orang yang menanyakan apa keduanya kembar...

Walaupun ada perkelahian, cakaran, gigitan dan pukulan, keduanya saling menyayangi... saling mencari jika salah satunya tak ada... Berpelukannnn

Anak2 nampak kehausan setelah upacara selese... santai2 minum dulu... Nanda punya kawan main baru, putra ibu Budha, Bhisma... (klo ayah ingat nama Bhisma juga kita persiapkan)

Lita dan Gita bantuin nglungsur banten, lalu membantu acak2in hehehe.... Liat Lita lahap makan nasinya... Lita emang punya kebiasaan makan nasi jotan sejak 5 bulan lalu...

Sunday, June 03, 2007

Ayah beli webcam :)

Setelah beberapa lama menabung dan dibarengi puasa yang ketat, akhirnya ayah berhasil membeli webcam sehingga bisa video chat sama Lita. Webcamnya bisa kebeli karena kebetulan ada diskon gede-gedean. Barang yang tadinya hampir AUD 29 bisa terbeli seharga AUD 17. Bayangkan, diskonnya hampir setengahnya. Seandainya tidak ada wabcam murah, mungkin ayah belum bisa kali belim webcam he..he..

Ini salah satu tampilan webcam di Bekasi waktu Lita dan ayah video chatting. Lita bawa maianan yang dasyat bisa mengeluarkan sinar laser lo. Itu mainan apa ya?

Thursday, May 31, 2007

Tour de Canberra

Akhir pekan lalu 26-27 Mei, sempat jalan-jalan ke Canberra menemui Bang Hendra dan keluarga. Bang Hendra adalah UN-Nippon Fellow yang banyak membantu selama aplikasi fellowship ini. Bang Hendra dan keluarta (Mbak Rino, Adrian 'the fireman', Uni Era, Anisa dan Nurul) sangat baik. Saya bahkan diperbolehkan menguasai kamar Adrian sementara sebagai tempat menginap. Beberapa foto sempat diabadikan, walaupun tidak sesemangat tahun 2004 ketika ke Canberra pertama kali :)
Di depan National Museum, gedungnya cantik, warna-warni dan asimetris :)


Canberra dari atas bukit.


Selama di Canberra sempat melihat pameran pemadam kebakaran. Ratusan anak dan orang tua datang dan anak-anak boleh naik kendaraan pemadam kebakaran dan mengamati dekat peralatan pemadam kebakaran. Banyak dari anak-anak ini yang bercita-cita menjadi fireman :)

Oh ya, di Australia, nomor telepon darurat bukan 911 tapi 000. Perlu diingat-ingat oleh siapa saja yang ingin datang ke Australia. Saya nampaknya terlalu banyak nonton film Holywood sehingga tahunya hanya 911 sebagai nomor darurat.

Tuesday, May 29, 2007

Lita menjelang 3 oton

Tidak terasa, Lita sudah tumbuh dan berkembang pesat sekali. Apalagi menjelang 3 oton ini. Bicaranya sudah lancar sesuai kemauannya, hobinya merusak maenan, yang unik lagi Lita takut akan gelap... akuk elap... Berikut beberapa foto yang sempet diabadikan bulan Mei ini.


Ibuk... Lita eek... eek becal kali... ibuk iyam dong (siram)... sambil maenan air, gak terasa udah selese... ibukkk... eek udah... ebok dong.

Lita pingin pake kacamata kaya ibu... tapi kebalik hehe... paling suka nglepas kacamata ibu klo mau bobo dan taruh dimeja. Aca (kaca) ibu na (mana)... bukak dong...
Klo beli baju harus dua dan sama walau warna bisa beda. Sudah seperti anak kembar memang. Klo gak gitu, kadang Gita nangis mo pake baju kaya dek Lita....
Liat aja dari kepala ampe kaki harus sama. Pake topi, celana kantong dan sandal. Btw, bagi yang sedang overseas, FYI, sekarang enggak yang besar enngak yang kecil sedang musim pake celana kantong seperti yang dipake Lita dan Gita.... So Ibu, Mama dan Mbok adek punya juga dan kembar juga. Yang belum mengikuti mode hanya papa dan nanda hehehe....

Tuesday, May 15, 2007

Chatting sama Lita

Hari ini, seperti hari-hari lain, ada komunikasi keluarga antara Wollongong dan Bekasi :)

Lita sekarang sudah ikut-ikutan mencet-mencet keyboard layaknya chatting dengan teks. Kalau biasanya hanya voice chat dengan webcam, sekarang Lita sudah merebut keyboard dari Ibu atau Bude Komang dan pencet sana sini.

Gambar ini adalah salah satu hasil chatting hari ini sama Lita. Tentu saja tidak bungi karena Lita cuma asal pencet saja he.he...

Oh ya, ditapsari adalah google accout-nya Mbak Komang, Budenya Lita yang tinggal di Bekasi. Selama ini Lita diasuh oleh Budenya kalau Ibu lagi di kantor. Makasih ya Bude Komang atas bantuannya ngasuh Lita. Kalau nggak ada Bude Komang, mungkin cerita keluarga akan berbeda. Terima kasih telah mengambil alih banyak tanggung jawab sehingga banyak hal lain yang bisa diselesaikan di tengah perjuangan keluarga.

Friday, May 11, 2007

TB Team-WHO

Dear all, posting sebelumnya ayah perkenalkan teman2 barunya di Wolonggong. Sekarang ibu ingin perkenalkan teman2 ibu di TB Team WHO....

Dari kiri ke kanan: ibu, mbak Nelsy (secretary), pak Franky (NPO), pak Servas (NC-Kupang), Petra Heitkamp (TO), ibu Rienarmi (NC-Papua), ibu Sri (NC-Surabaya), mas Erwin (Data Program), dan mbak Candy (ACS Program).

Liat nih, walaupun super sibuk, TB team tetep bisa nyanyi... Ini saat karaoke farewell party buat Petra. Suara ibu lumayan bagus lho... jadi berpikir, nanti kami berempat mo daftar Indonesia idol hehe....

Naik mobil ke sekolah

Dunia anak2 emang menyenangkan ya... Lita dan Gita berimaginasi ke sekolah naik mobil, pake tas dan topi... Lita paling seneng mainin bibir manyunnya...

Lita mau ke mana? Ke cekolah kakak nda... :)

Liat senyumnya yang nggak nguatin, kaya ayah yang besok ulang tahun... hehe...

Odalan Pura Bekasi

Sembahyang di Pura, bagi kami adalah sangat jarang kami lakukan... Bukan berarti kami tidak percaya Hyang Widhi, bukan berarti kami seorang yang murtad dan tidak beriman... Alasannya klasik, karena keterbatasan kami akan transportasi dan anak2. Untuk membawa anak2 ke Pura yang ekstra... Tapi ibu sadar hal ini tidak boleh menjadi alasan kita tidak ke Pura ya. Mudah2an Hyang Widhi memaklumi kondisi kami... karena Dia Maha Maklum.

Tuesday, May 08, 2007

Cinta ditolak Google Bergerak

Halo Ibu dan Lita di tanah air,
Semoga semua baik-baik saja ya. Lita sudah bisa apa sekarang?
Oh ya, ayah punya cerita bagus nih. Buku Ayah tentang Google sudah terbit lo :) Ternyata tidak sia-sia sering begadang selama ini ya Bu he..he.. Biarpun sekarang ayah jauh, terpisah dengan keluarga dan tidak 'produktif' di satu sisi, tetapi sangat produktif di sisi lainnya he..he..

Buku ini mulai beredar tanggal 10 Mei 2007 dan bisa didapatkan di toko buku terdekat langganan Anda (ceah ada pesan sponsornya nih). Oh ya, buku ini bagus banget lo isinya. Di dalamnya ada tips dan trik menggunakan hampir semua fitur Google. Misalnya, Ibu tahu nggak caranya mencari animasi tentang tsunami dengan sekali klik di Google? Tahu nggak gimana caranya menemukan dokumen pdf tentang kamasutra khusus dari situs universitas di australia? Belum tahu kan! Makanya buku ini penting untuk dimiliki. Kasih tahu teman-temannya ya :)

Oh ya, kalau Lita mau belajar fisika, Google juga bisa menghitung besarnya gaya antara dua benda lo. Dengan mengetikkan G*(12 kg * 10 kg)/20 m^2 maka Google akan menghitung besarnya gaya di antara dua benda masing-masing bermassa 12 dan 10 kg yang terpisah sejauh 20 meter. Canggih nggak? Makanya kasih tahu teman-temannya Lita supaya beli buku ini ya. Nanti kan ayah bisa jadi kaya he.he..he. Kalau ada yang tertrarik, silahkan lihat review dan daftar isi-nya

Ok segitu dulu info kali ini, ayah akan kabari lagi kalau sudah ada buku baru lagi ya. Sekarang masih sedang dalam penerbitan. I love you.

Monday, April 30, 2007

Another house warming

Hari ini ada "another house warming". Kali ini persertanya "quite" internasional. Meski begitu, masakannya tetap sama: Sate dan lawar serta nasi kuning Andalan. Yang datang ada 8 orang dan jadinya 9 sama tuan rumah :)

Dari foto ini bisa dilihat ada 8 orang karena 1 orang belum datang ketika foto diambil. Dari kiri ke kanan: Amelia (Malaysia), Andi (Indonesia), Martha (Indonesia), Daisuke (Jepang), Michael (Filipina), Mary An (Filipina), Jane (Kenya), dan Kresno (Indonesia). Mau tahu seperti apa menunya, silahkan simak foto berikut :)


Thursday, April 26, 2007

Kembali ke UNSW

Tanggal 25 April 2007 ada pameran buku alias book fair di UNSW. Acara ini dilaksanakan tahunan dan menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu banyak orang. Dalam pameran buku ini, dipajang (dan terutama dijual) ribuan koleksi buku second hand [tadi mau bilang buku bekas, rasanya nggak tega karena ini menimbulkan kesan negatif bagi pembaca yang tidak tahu he.he..] dari berbagai disiplin ilmu.

Tahun 2005, sempat menikmati pameran serupa dan waktu itu berhasil membeli setidaknya 3 kardus buku. Luar biasa beratnya he.he.
Kali ini, datang ke pameran buku bersama pasukan Wollongong: Mbak Martha, Mbak Heni, Hendi dan Nita. Rombongan berangkat dari Stasiun Wollongong naik kerena jam 06.01 pagi. Benar. Harus pagi-pagi sekali karena antriannya akan sangat amat panjang. Walaupun pameran dibuka jam 12, jam 10 sudah ada orang yang rela duduk-duduk ngantri di depan pintu gedung pameran.

Kesempatan untuk berkunjung ke UNSW ini kami gunakan untuk tur keliling UNSW karena kebetulan kami tiba di UNSW agak pagi. Tur diisi (terutama) dengan foto-tofo dan mengunjungi tempat-tempat yang fenomenal seperti The Scientia, Library, University main walk, geung faculty of law yang baru dan tentu saja Quadrangle yang ada jam mataharinya :) Ini saat-saat kembali ke UNSW dan menyempatkan diri berpose di depan jam yang penuh nilai astronomis geodetis itu.

Monday, April 23, 2007

Ulah Lita

Menginjak usia 1 tahun 7 bulan ini, Lita sudah mulai nampak karakternya. Berikut foto2 yang sempat diabadikan mengikuti perkembangan Lita.

1. Lita paling manja ama kakak Nanda
Kalau Kak Nanda maen kereta, Lita paling suka nimbrung alias gangguin. Ini yang kadang2 bikin Lita kena amarah Kak Nanda. Tapi kadang2 Lita mendapat jatah kereta dari Nanda. Jadi mereka maen sama2 deh.

 


Betapa lengketnya Lita ama kak Nanda :)

 
Posted by Picasa

Lita menunjukkan Gaya "Eek" di WC ... Btw Lita sudah berhasil BAB di WC lho...

2. Lita gigih ingin belajar
Bisa pakai celana sendiri, sepertinya itu tekadnya. Lita sering ambil celana sendiri trus dipakenya dan... berhasil!!!... walaupun kedua kakinya masuk di satu lubang hehehe...

 


Sampe baju kakak nanda dijadikannya percobaan jadi celana, lubang tangan jadi lubang kaki :)

 
Posted by Picasa

Berhasil!!!...

"Say it with flowers"

Ketika cinta telah lama terbina, apalagi sudah menghasilkan buah hati yang menyita perhatian kita.... Kata cinta kadang tak terucap sesering dulu bahkan romantisme itupun mulai dilupakan.

Tapi ternyata itu tak berlaku buat Ayah... selalu ada kejutan di hari special kami... ternyata ibu tetap mendapatkan sekuntum bunga cinta dari ayah di Hari Ulang tahun pernikahan kami (walaupun dikirimnya agak terlambat hehehe).

 
Posted by Picasa

Bunga dan love bear kini menghias meja kerja ibu... menambah semangat utk tetap melanjutkan perjuangan kami...