Friday, February 13, 2009

Saat-saat berdua

Sejak ibu bekerja, ayah mengambil alih beberapa tugas yang biasanya dikerjakan oleh ibu. Yang pasti, ayah sekarang lebih banyak bekerjasama dengan Lita, mulai dari bangun pagi, mandi dan berangkat sekolah. Jam 9 biasanya Lita sudah di sekolah dan ayah pun melaju ke kampus untuk berkutat dengan riset dan tesis.

Saat-saat berdua dengan Lita adalah saat yang menyenangkan. Ayah jadi lebih dekat lagi dengan Lita dan mengerti lebih banyak hal tentang perkembangannya. Lita, selain memang nampak jahil, memang adalah anak yang kreatif. Selain itu, dia memiliki konsentrasi yang sangat bagus terhadap sesutu, terutama terkait TV dan buku. Kalau sedang menonton TV, lita tidak mudah diganggu. Meskipun hal ini juga kadang merepotkan, misalnya kalau ditanya Lita tidak menjawab. Satu-satunya cara untuk mengalihkan perhatiannya adalah mematikan TV atau menghalagi pandangannya. Dia akan bilan "I can't see".

Soal buku, Lita senang sekali membaca. Dia sering meminjam buku dari sekolahnya untuk dibawa pulang. Hal ini rupanya tidak biasa dilakukan anak lain. Namun bagi Lita, ini menjadi kebiasaan dan gurunya pun mengerti. Pagi sekali waktu bangun, yang ditanyakan pertama kali adalah buku. Dia pun minta dibacakan buku sambil sarapan. Kebiasaan baik seperti ini harus dijaga.

Lita juga punya cita-cita yang lucu. "I want to be a doctor and a dog" katanya kalau ditanya cita-citanya. Lita memang terobsesi sekali menjadi anjing kecil, terutama setelah menonton tayangan TV tentang Clifford. Sementar untuk dokter, sebenarnya itu hanya cita-cita sampingannya saja mungkin karena ibu adalah seorang dokter. Yang jelas, begitu diminta memilih jadi guru (seperti ayah) atau jadi dokter (seperti ibu) Lita memilih dokter.

Saat Lita tidak sekolah dan ibu kerja. Ayah menjadi full-time father bagi Lita. Sementara Lita nonton atau bermain sendiri, ayah asik di depan komputer. Sekali waktu Lita akan datang bertanya ini dan itu atau meminta ayah membaca buku. Kalau ayah bilang "gimme one minute" Lita akan menjawab "no ayah, after reading the book you can come back here" katanya meyakinkan. Memang Lita sulit dibantah. Ayahpun membacakan cerita yang sama untuk Lita entah untuk keberapa kalinya. Lita memang senang sekali dibacakan cerita.

Begitulah saat-saat berdua di rumah. Kadang Lita ayah ajak ke kampus untuk melihat belibis di kolam kampus. Lita menikmati memberi makan pada belibis-belibis itu.

Tuesday, February 03, 2009

Ibu Mulai Bekerja

Sudah seminggu ini ibu sudah mulai bekerja, tepatnya 27 Januari 2009. Setelah menunggu sekitar 6 bulan akhirnya dipanggil juga. Pekerjaan ini tidaklah berhubungan dengan profesi dokter: memetik jamur. Walaupun demikian pekerjaan ini tidaklah semudah yang dibayangkan. Selama 3 bulan ibu dalam masa percobaan harus menunjukkan progres yang agus dengan mencapai target 19 kg per jam. Untuk mencapai angka ini tidaklah mudah bagi seorang pemula seperti ibu. Pertama, seni memetik.... usahakan 3 - 4 jamur sekali potong. Kedua, masukkan dalam box, sesuai ukurannya (ada 5 ukuran jamur yg sangat tergantung pada feeling). Sungguh, ibu sangat kagum pada teman-teman yg sudah lama bekerja sebagai picker ini, salut akan kegigihannya. Mudah2an ibu bisa melalui masa percobaan 3 bulan dengan selamat.

Pagi jam 5 ibu sudah harus bangun untuk menyiapkan lunch box untuk ibu, ayah dan Lita. Lalu mandi dan sarapan dan dijemput group teman-teman dari Malaysia jam 6.15. Ibu masuk dalam grup Malaysia karena Pak Kamal (salah satu anggotanya) tinggal sangat dekat rumah sehingga bisa diantar dan jemput. Perjalanan memakan waktu 45 menit dan mulai bekerja pukul 7.30.

Tugas ibu menyiapkan lita sekolah dan antar jemput pun diambil alih oleh ayah. Untungnya Lita pun sangat bisa diajak kerjasama dalam kondisi seperti ini. Mudah2an semua berjalan dengan lancar. Terimakasih ayah dan Lita atas dukungannya. I LOVE U BOTH

Thursday, January 22, 2009

I want to be a puppy

Lita punya keinginan menjadi anak anjing (puppy). Sering Lita merangkak, menjilat-jilat, barking dan mengambil sesuatu dengan giginya.... I want to be a puppy ayah....
Namun sayang pemilik rumah tempat kami tinggal di sini tidak memperkenankan memelihara binatang. Sabar ya sayang di Tabanan Lita bisa punya puppy, ayam, angsa sampai babi :)
Lita bersama puppy di sebuah warung kopi di Denpasar...

Tuesday, January 20, 2009

Ayah Pulang....

Malam itu, kami berdebar-debar, menunggu seseorang yg kami cintai sudah sebulan ini pergi berlayar, ayah... Ayah sampai rumah sabtu dini hari, Lita pun sempat bangun sebentar untuk memeluk ayah dan menerima oleh2 loli pop dari ayah.... dipeluknya erat2 ayah seperti tak ingin lepas lagi.

Banyak sekali cerita yg ayah bawa untuk kami... juga cerita kami untuk ayah... We Love U ayah

Saturday, January 03, 2009

Ayah berlayar

Sudah 2 minggu ini ayah pergi meninggalkan kami untuk melakukan research di perairan barat Australia. Rencana kapal milik Jerman "Sonne" yang artinya matahari ini membawa kru sebanyak 60 orang, ilmuwan dari geosience Australia dan 6 orang student University of the sea (ayah termasuk di dalamnya) berada di tengah laut selama 1 bulan dari tgl 19 December 2008 sampai 16 Jan 1009.

Komunikasi kami hanya bisa melalui email yg dibatasi sampai 50kB per email... alhasil bisa kirim email tiap hari 1-2 paragraf aja. Tapi lumayan buat ngobatin kangen ama ayah. Posisi saat ini ada di peta disamping.

Kabar terakhir dari ayah, ayah sehat, tugas lancar walaupun harus tugas malam terus dari jam 11.30 malam sampai 12 siang. Wah siklus tidur ayah jadi kaya kelelawar ya :)

Sebelum ayah berangkat lita minta oleh2: 3 loli pop dan dokter2an. Akhir2 ini setiap abis sembahyang malam sebelum tidur Lita bilang kangen ayah dan paginya minta menelpon ayah :( Untungnya gak sampe merengek2 karena ada dora dan diego di nick Jr hehehe
Ayah merayakan natal dan tahun baru di kapal. Ayah dah persiapkan present buat kado silang di kapal di hari natal. Utk party malam tahun baru, ayah buat cat mask. Lita pun seneng sekali liat foto ayah ini... Ayah kaya cattt!!!!!

Monday, December 15, 2008

Chrismas Party

Christmas party yang diadakan di sekolah Lita lumayan ramai. Banyak juga orang tua yg hadir dengan membawa sepiring makanan untuk berbagi saat makan siang. Kebetulan ayah bisa datang walaupun sempet datang terlambat dan kembali ke kampus lebih dulu. Acara diawali dengan game: music dan presents... semua anak akhirnya kebagian candy dan crayon. Lalu Santa datang membawa presents utk masing-masing anak. Lita senang sekali mendapat buku puzel (kaya punya nina).... :)
Lita bersama Santa dan hadiahnya.....
Ayah datang tepat pada waktunya, Lita pun nampak semakin happy.....
Setelah makan siang, dilanjutkan bermain sejenak di playground
Kemudian animal farm time.....
Kasih makan kambing ama ayah... Lita ketawa geli sambil bilang: It's tikling my hand ayah"...
Kasih minum angsa sambil dielus-elus...
Pegang anak ayam bersama Blake...
Pegang Kelinci bersama ibu....

Saturday, November 15, 2008

Bold Hill dan Helensbergh Temple

Weekend pertama setelah punya mobil (second) baru... dan kami juluki "si purple", kami jalan-jalan ke Bold Hill, Helensburgh Temple dan .... Bridge. Yang ikut konvoi kali ini: Keluarga Krisna, Nanda, Keluarga Arsana, Mbak Alit dan Anik. Bold Hill adalah tempat yg digunakan masyarakat untuk berolahraga Gantole. Tempatnya cantik dan lumayan rame walaupun agak panas.
Tempat berikutnya yg dikunjungi adalah Pura di Helensburgh. Pura ini bergaya India, tapi tetep bisa kok sembahyang dengan cara kita... Lita sempet dapat lungsuran pisang dan apel.
Sambil menuju pulang kami sempet melakukan pemberhentian di .... Bridge. Jembatan ini berada di atas pinggiran pantai dibangun karena dulu sering terjadi tanah longsor.

Scooter Lita

Scooter Thomas adalah hadiah ultah Lita yg ke 3 dari ayah dan ibu. Belajar scooter di jalan samping rumah lumayan efektif karena jalanan agak menurun. Tapi klo diliat dari frekuensi dia maen scooter bisa dibilang Lita kurang antusias. Mungkin seiring waktu, Lita akan menyukainya.

Zaki Dinner

Zaki adalah teman ayah dari Malaysia yg mendapat beasiswa dari negaranya utk melanjutkan pendidikan S3nya di ANCORS Uni of Wollongong. Kali ini Zaki mengundang teman2 ANCORS untuk makan malam lebaran di rumahnya.
Ayah menyempatkan membuat sate lilit andalannya yg juga jadi kesukaan teman2nya. Sementara Zaki jago dalam membuat pizza.

Teman-teman ayah yg hadir:
Pak Kresno, Mary-An, Adam dan pasangannya, Ben dan pasangannya,...................

Senang bisa ngobrol bersama dan tentu saja Lita menjadi salah satu object obrolan yg cukup menarik :)

Thursday, October 30, 2008

Opera house

Rumah kami dikunjungi teman ayah UN fellowship di Melbourne : Brisley.... Brisley main ke canberra dilanjutkan Wollongong dan berakhir di sydney. Kami sambut dengan makan malam seadanya dan ngobrol ngalor ngidul.
Sebagai tuan rumah yg baik, sabtu pagi kami antar Brisley ke sydney menuju Newton tempatnya menginap dan langsung ke Opera house. Ini pertama kalinya Lita ke opera house setelah 5 bulan di Australi. Terakhir ke opera house sewaktu Lita masih umur 6 bulan, jalan2 bersama keluarga Wulan dan keluarga Bli Ode.Lita ama ibu berfoto bareng manusia patung di circular quay....
arbour Bridge nun jauh disana

Opera House dari berbagai sudut....

Wednesday, October 22, 2008

Foto bersama di sekolah

Setelah hampir 5 bulan Lita masuk child care, bahasa Inggrisnya sudah mulai bagus, Lita pun sudah hafal nama teman2 dan gurunya. Lita pun sudah punya teman favorite: Jordan dan Laila, juga guru favorite: miss Tara. Berikut school photo 2008- nya:

Senyumnya nampak terpaksa, tapi tetep cantik... anak siapa dulu dong ah....

Foto bersama grup hari Selasa... Litapun sudah bisa menyebut nama teman2nya

Lunchbox menu buat Lita dan ayah

Menyiapkan makan siang adalah salah satu rutinitas ibu setiap harinya. Lunch box buat Lita juga buat ayah. Kadang ibu pusing tujuh keliling klo liat Lita gak habiskan makan siangnya. Ternyata diperlukan trik2 khusus untuk membuat Lita mau menghabiskan makan siangnya di sekolah. Berikut trik2nya yg ibu ambil dari beberapa sumber:
1. Sediakan min 2 variasi lunch boxnya agar tidak bosan
2. Pilih menu yang tidak membuatnya repot waktu makan
3. Usahakan menu yang sehat (bukan makanan instant) yang mengandung: Karbohidrat (bisa nasi, mie, pasta, roti tawar, jagung, dll), Protein (bisa telur, daging, tahu/tempe,dll), Vit min banyak dari sayuran (wortel, brokoli, bayam, dll) dan buah (bisa buah segar atau minuman juice) serta susu (bisa diganti keju atau yogurt). Dapat juga dilengkapi snack (seperti biskuit, sultana, jelly dll)
4. Ajak dia menyiapkan lunch boxnya sendiri
5. Ibu harus kreatif dengan menu dan bentuk yg lucu2

Seperti kata ayah, "ternyata menjadi ibu tuh tetep diperlukan otak untuk menjadi kreatif dan inovatif"... Ibu pun akan berusaha belajar terutama dari blog ibu2 di internet.

Teddy bear (nasi), tuna crumb (bebek dan babi), rumput (sosis rebus)
liat resepnya di sini
Klo ini sushi buat ayah secara beliau suka... isi Tuna mayonaise, resepnya di sini

Tuesday, October 07, 2008

Long weekend di Gong

Long weekend kali ini dihabiskan di WOllongong... Pasukan Sydney diwakili oleh tempek Marsfield dan diperkuat dengan adanya 2 bidadara: Nanda dan Komang, sementara tuan rumah diperkuat oleh hadirnya 2 bidadari: mb Alit dan Anik.

Hari pertama dilalui dengan menu sate lilit, lawar nangka, ayam sisit dan sate babi serta dilengkapi dengan puding dan rujak apel. Hari kedua ternyata masih hujan dan kelam, sehingga kita putuskan masak2 dirumah... dengan menu breakfast: telur FUYUNGHAY dan pisang goreng yg ditemani teh hangat. Sementara menu lunch: MI TITI dan kolak pisang. Bosan dengan masak, akhirnya menu dinner kita: Domino Pizza.

Semua sibuk di dapur
Makan bersama lesehan
Makan jagung rebus terenak sedunia

Hari terakhir kami jalan2 ke Berry Country dan Kiama secara cuaca cerah. Tempek Fairy Meadow berlaku sebagai Tour Guide. Sayangnya 3 anggota kita berkurang kr janji kegiatan lain. Berikut foto2 yg sempet kita abadikan.

Lita duduk didepan toko barang antik
Pose di Kiama
Face painting: pink cat (Lita) and Pink butterfly (Nina)

Friday, October 03, 2008

What do you like colour?

Meskipun sudah sekitar 3 bulan sekolah, Lita masih menggunakan Bahasa Indonesia di rumah. Ini tentu saja karena ayah ibunya selalu berbahasa Indonesia dengannya di rumah. Alasan pertama tentunya untuk menjaga kemampuan Bahasa Indonesia Lita, sedangkan alasan kedua adalah karena tidak ingin Lita belaja Bahasa Inggris yang salah, terutama grammar dan pronunciation. Sebagus-bagusnya Bahasa Inggris kami, tetap saja bukan native. Jadi ingat seorang kawan lain yang selalu berbahasa Inggris dengan anaknya di rumah dan sekali waktu berteriak "What are you want?" berabe deh :)

Lita akan muncul Bahasa Inggrisnya dengan spontan kalau sedang panik. Misalnya suatu saat waktu jalan ke stasiun kereta di Wollongong, Lita, seperti biasa, tidak berhenti ngoceh bertanya. "Kok relnya di bawah yah? Kok relnya kosong, tidak ada keretanya" Saya pun menjelaskan satu-satu dengan sabar karena Lita tidak akan berhenti sampai mendapat penjelasan yang masuk akalnya. Dia akan bertanya lagi di tengah penjelasan saya dan umumnya dimulai dengan "kok." Saat sibuk menjelakan tiba-tiba dia berteriak "my hat my hat, it falls down!" Kalau lagi panik, Bahasa Inggrisnya otomatis keluar.

Hal lain yang juga menarik adalah kesalahan grammar. Walaupun diajari sama bule, Lita masih salah juga soal grammar. Lita memang paling getol soal warna. Kalau sedang memberi pilihan untuk ayah ibunya, Lita akan tanya "What do you like colour? Dia salah menempatkan kata colour. Kesalahan ini terutama terjadi di awal-awal. Kesalahan serupa juga terjadi pada obyek lain. Misalnya dia akan tanya "What do you want animal?" Maksudnya adalah "What animal do you want" Ini dia tanyakan dalam permainan nempel sticker yang berupa gambar-gambar binatang. Tapi setelah diajari beberapa kali akhirnya Lita bisa juga. Kalau saya goda dengan bilang "What do you like colour?" dia akan membetulkan "What colour do you like?"

Begitulah Lita, ada saja perkembangannya. 

Wednesday, October 01, 2008

Lita belajar baca

Bagian dari ritual malam Lita setelah gosok gigi, salah satunya adalah belajar membaca. Kali ini ibu sedang giat-giatnya mengajari Lita mencocokkan (matching) gambar dan huruf. Lita mengalami kemajuan, walaupun kadang masih salah. Kesalahan umumnya terjadi karena Lita tidak memperhatikan atau karena memang sengaja 'ngeles', seperti biasa :)

Pada video di bawah ini Lita diminta mencocokkan huruf (nama) dengan gambar yang disediakan.


Setelah itu, aturan main dibalik, Lita diminta mencocokkan gambar dengan huruf (nama) yang sudah disediakan.

Saturday, September 27, 2008

Resep Sate Lilit

Sudah lama resep sate lilit ini menjadi rahasia saya bersama kalangan terbatas di Sydney dan Wollongong. Kini saatnya, karena ada indikasi sudah banyak juga yang nyuri-nyuri resep :), untuk mengumumkan kepada publik resep sate lilit. Seperti kata Kungfu Panda, no secret at all karena rahasia itu kini diungkap.

Bahan:
  1. 0,5 km daging ayam cincang (minch)
  2. gula merah kira2 100 gr
  3. kelapa parut segenggam standar
  4. santan 100 ml
  5. tusuk sate. Bisa juga gunakan sumpit yang sekali pakai. Kalau tidak ada sumpit gunakan tusuk sate yang biasa dipakai untuk tusuk sate ayam madura.
Bumbu:
  1. Bumbu Soto Ayam merek Bamboe (ini rahasianya)
  2. ketumbar bukum bubuk satu sendok teh
  3. daun jeruk 5 lembar
  4. terasi kira 1 cm kubik
Cara Membuat
Iris gula merah, iris halus daun jeruk, kemudian campur dengan santan, kelapa parut, ketumbar, bumbu soto ayam, dan terasi yang sudah digoreng. Masukkan terasi dengan minyaknya, gunakan minyak kira2 2 sendok makan. Kesemuanya dicampur dengan tangan hingga tercampur sempurna. Setelah itu masukkan ayam cincang dan aduk hingga merata dan menjadi adonan kental (tidak cair) sehingga bisa dililit.

Perhatikan cara melilit sate di video di bawah ini.



Setelah sate dililit, lakukan pemanggangan. Kalau punya electroic griller tentu lebih baik. Kalau tidak punya, gunakan panggangan sate manual yang biasa digunakan untuk BBQ. Lihat sate yang dipanggang di griller elektronik pada gambar berikut:

Thursday, September 25, 2008

Ritual malam

Sejak tinggal di Wollongong, kami mencoba mendisiplinkan Lita (dan juga orang tuanya sih yang penting) dengan jadwal sehari-hari. Ritual malam adalah yang selama ini paling rutin dilakukan.

Karena Lita harus sekolah pagi, sebaiknya tidur juga cepat. Tapi kenyataannya masih belum pernah bisa sebelum jam 9 malam. Ini kesalahan ayah ibunya juga sih yang kebiasaan tidur malam. Ayahnya, terutama he he.

Saat waktunya tidur, kami bertiga gosok gigi. Lita sudah bisa gosok gigi sendiri walaupun kadang masih belepotan :) Adegan ngajak sikat gigi ini hampir pasti didahului dengan drama-drama merayu dan bahkan sedikit memaksa. Berbagai hal dijanjikan atau bila perlu ancaman kecilpun disampaikan :) Tapi umumnya sih Lita mau sikat gigi. Trik yang paling sering dipakai Ibu adalah "Ibu aja yang digosokin giginya sama Ayah" yang spontan membuat Lita terika "nggak, Lita aja!" Mulailah kami berhamburan ke kamar mandi.

Setelah sikat gigi, Lita juga susah diajak berhenti (iki bocah piye sih, diajak mulai susah, eh giliran disudahi, sulit juga). Ada saja yang dilakukannya dan terutama alasannya yang selalu 'masuk akalnya'. Lita mau bersihin wastafel dulu lah, Lita mau cuci botol sabunnya dulu, Lita mau ini dan itu dan sebagainya. Setelah dirayu, bisa juga sih. Kalau nggak berhasil dirayu ya lampu kamar mandi dimatikan. Biasanya sih Lita langsung mau.

Sekarang waktunya sembahyang. Lita belum hafal Trisandya tapi sudah mau duduk tenang mendengarkan dan mengikuti ayah dan ibunya Trisandya. Kadang-kadang Lita diminta memimpin sembahyang supaya terlibat. Menariknya, Lita tahu kalau sudah Om Shanti Shanti Shanti Om artinya selesai. Makanya waktu ayahnya merenung meditasi, Lita kadang berbisik, "Om Shanti Shanti yuk Yah". Artinya dia sudah tidak sabar segera berguling-guling di tempat tidur he he.

Apa Lita langsung tidur? Jangan harap. Kalau tidak main puzzle dulu, ngisi buku stickers. Kalau nggak, baca buku dulu atau paling tidak ayahnya harus cerita. Ceritanya macam ragam. Mulai dari cerita Siap Selem khas Bali atau I Gobrag, si katak buduk hingga Petter Rabit yang kebarat-baratan. Manik Angkeran juga kadang diceritakan sama ayah. 

Begitulah Lita, tumbuh makin besar, makin kritis. Selamat tidur Lita.  

Friday, September 12, 2008

Litamorfosis

Judul posting ini mungkin mengingatkan pelajaran biologi di kelas 1 SMP atau IPA kelas 5 SD tentang metamorfosis. Ide posting ini sama dengan itu yaitu terkait perubahan Lita dari lahir hingga umur 3 tahun. Ya, Lita merayakan ulang tahun yang ke-3 hari ini. Tiga tahun yang lalu, Lita lahir di RHW Sydney, NSW, Australia. Sepertinya baru kemaren sore hal itu terjadi.

Sekedar untuk bernostaligia, mari mengingat-ingat apa yang terjadi saat itu :) Pekak, Ninik, Kakung dan Mbah Putri datang dari Indonesia menyambut kedatangan Lita di dunia. Coba lihat kegiatan mereka di Sydney tiga tahun lalu. Tiga bulan pertama Lita adalah masa-masa yang menantang. Kami, orang tua baru, yang belum pengalaman, keluarga yang jauh di tanah air dan ayah yang sedang sibuh menulis tesis membuat perjuangan itu terasa sempurna kesulitannya :) Tapi dengan kegigihan dan kesabaran Ibu, akhirnya semua berhasil kita lewati.

Kini Lita tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan pintar [kalau bukan orang tuanya, siapa lagi yang harus memuji]. Kalau mau lihat perkembangan Lita, terutama secara fisik, coba perhatikan foto di bawah ini. Yang kiri adalah Lita berumur 1 bulan dan kanan adalah Lita saat ini. Jauh sekali bedanya kan? :) Kalau ingin melihat perkembangan Lita dari awal sampai akhir termasuk imunisasinya, perkembangan mentalnya, segala yang pertama, berat badan dll. Silahkan lihat LITAMORFOSIS.


 -------------------> 


Ini beberapa foto waktu Lita ulang tahun:

Lita cantik dengan baju baru hadiah dari Tante Dede, Om Krishna dan Alycia.

Entah [guyon] apa yang sedang terjadi Ayah sama Ibu tertawa lepas :)

Lita meniup Lilin, balapan sama Nina :)

Saturday, September 06, 2008

Lita ngeles :)

Perkembangan mental Lita yang paling nampak belakangan ini adalah kesenangannya berargumentasi atau dengan kata lain 'ngeles'. Selalu saja dia punya jawaban atau alasan kalau disuruh atau dilarang melakukan sesuatu.

Alasan yang paling sering dikemukakan pasti berpola "nggak, Lita cuma *** aja kok." Misalnya kalau dilarang nonton TV dekat-dekat, dia akan segera menggosok TV dan bilang "nggak kok, Lita cuma mau elus-elus TV aja" dan akhirnya mundur. Kalau diajak sikat gigi sama Ibu dan dia tidak mau, dia akan bilang "Lita mau sama ayah aja. Lita kangen sama ayah" padahal intinya dia ingin menunda sikat gigi :)) Kalau disuruh melakukan sesuatu dan dia tidak semangat, biasanya dia bilang "sudah kok" dan jika ditanya "kapan" dia pasti bilang "dua hari" :)) Kalau dia sedang akan melakukan sesuatu, misalnya mengganggu makanan atau lainnya dan dilarang, dia akan bilang "Nggak kok, Lita pula-pula aja" (maksudnya pura-pura). Begitulah, Lita sarat dengan argumenasi ala anak kecil.

Yang paling menggelikan. Pernah suatu saat Lita harus dilarang makan lolipop selama sekian lama karena sakit. Sementara itu di rumah ada sebungkus loli. Dia memagangnya dan begitu dikasih tahu dia menjawab "Nggak kok, Lita cuma pegang aja!" Saat menonton TV sambil megang bungkus loli, tangannya meniru gerakan gunting menggunting ujung kantong loli dan teriak kecil "cutting cutting cutting cutting" sambil melirik ayanya dengan senyum dikulum. Saya tahu ini maksudnya dia ingin membuka loli. Begitu dipelototi, dia bilang "Nggak kok, kan cuma pula-pula aja". Sejurus kemudian, ketika ayah ibunya sedikit lengah dia mengambil gunting. Begitu diteriaki "Lita, ingat lo janjinya!" Dia bilang "Nggak kok, kan Lita cuma pegang aja guntingnya" demikian seterusnya dia tidak berhenti hingga benar-benar sampai pada titik kritis dan terpaksa harus dihentikan dengan sedikit paksaan :))

Di kesempatan lain, Lita sudah boleh makan loli tetapi hanya satu setiap harinya. Ini tentu saja berlaku selama ibu ada di rumah dan ayah di kantor. Begitu ayah pulang, Lita datang menemui di kamar dan tiba-tiba menawarkan loli. Ayahnya yang kadang2 terlalu sibuk di depan komputer hanya bilang "makasih" dan tanpa pikir panjang menerima tawaran Lita. Ternyata ini adalah semacam sogokan sehingga Lita pun punya alasan untuk 'menemani' ayahnya makan loli. Begitu ibu datang dan memergoki, Lita akan bilang "Cuma dua aja kok" sambil menunjukkan jarinya. Memang harus hati-hati kalau Lita menawarkan sesutu sama ayahnya. Sometimes it is too good to be true :))