Saturday, September 27, 2008

Resep Sate Lilit

Sudah lama resep sate lilit ini menjadi rahasia saya bersama kalangan terbatas di Sydney dan Wollongong. Kini saatnya, karena ada indikasi sudah banyak juga yang nyuri-nyuri resep :), untuk mengumumkan kepada publik resep sate lilit. Seperti kata Kungfu Panda, no secret at all karena rahasia itu kini diungkap.

Bahan:
  1. 0,5 km daging ayam cincang (minch)
  2. gula merah kira2 100 gr
  3. kelapa parut segenggam standar
  4. santan 100 ml
  5. tusuk sate. Bisa juga gunakan sumpit yang sekali pakai. Kalau tidak ada sumpit gunakan tusuk sate yang biasa dipakai untuk tusuk sate ayam madura.
Bumbu:
  1. Bumbu Soto Ayam merek Bamboe (ini rahasianya)
  2. ketumbar bukum bubuk satu sendok teh
  3. daun jeruk 5 lembar
  4. terasi kira 1 cm kubik
Cara Membuat
Iris gula merah, iris halus daun jeruk, kemudian campur dengan santan, kelapa parut, ketumbar, bumbu soto ayam, dan terasi yang sudah digoreng. Masukkan terasi dengan minyaknya, gunakan minyak kira2 2 sendok makan. Kesemuanya dicampur dengan tangan hingga tercampur sempurna. Setelah itu masukkan ayam cincang dan aduk hingga merata dan menjadi adonan kental (tidak cair) sehingga bisa dililit.

Perhatikan cara melilit sate di video di bawah ini.



Setelah sate dililit, lakukan pemanggangan. Kalau punya electroic griller tentu lebih baik. Kalau tidak punya, gunakan panggangan sate manual yang biasa digunakan untuk BBQ. Lihat sate yang dipanggang di griller elektronik pada gambar berikut:

Thursday, September 25, 2008

Ritual malam

Sejak tinggal di Wollongong, kami mencoba mendisiplinkan Lita (dan juga orang tuanya sih yang penting) dengan jadwal sehari-hari. Ritual malam adalah yang selama ini paling rutin dilakukan.

Karena Lita harus sekolah pagi, sebaiknya tidur juga cepat. Tapi kenyataannya masih belum pernah bisa sebelum jam 9 malam. Ini kesalahan ayah ibunya juga sih yang kebiasaan tidur malam. Ayahnya, terutama he he.

Saat waktunya tidur, kami bertiga gosok gigi. Lita sudah bisa gosok gigi sendiri walaupun kadang masih belepotan :) Adegan ngajak sikat gigi ini hampir pasti didahului dengan drama-drama merayu dan bahkan sedikit memaksa. Berbagai hal dijanjikan atau bila perlu ancaman kecilpun disampaikan :) Tapi umumnya sih Lita mau sikat gigi. Trik yang paling sering dipakai Ibu adalah "Ibu aja yang digosokin giginya sama Ayah" yang spontan membuat Lita terika "nggak, Lita aja!" Mulailah kami berhamburan ke kamar mandi.

Setelah sikat gigi, Lita juga susah diajak berhenti (iki bocah piye sih, diajak mulai susah, eh giliran disudahi, sulit juga). Ada saja yang dilakukannya dan terutama alasannya yang selalu 'masuk akalnya'. Lita mau bersihin wastafel dulu lah, Lita mau cuci botol sabunnya dulu, Lita mau ini dan itu dan sebagainya. Setelah dirayu, bisa juga sih. Kalau nggak berhasil dirayu ya lampu kamar mandi dimatikan. Biasanya sih Lita langsung mau.

Sekarang waktunya sembahyang. Lita belum hafal Trisandya tapi sudah mau duduk tenang mendengarkan dan mengikuti ayah dan ibunya Trisandya. Kadang-kadang Lita diminta memimpin sembahyang supaya terlibat. Menariknya, Lita tahu kalau sudah Om Shanti Shanti Shanti Om artinya selesai. Makanya waktu ayahnya merenung meditasi, Lita kadang berbisik, "Om Shanti Shanti yuk Yah". Artinya dia sudah tidak sabar segera berguling-guling di tempat tidur he he.

Apa Lita langsung tidur? Jangan harap. Kalau tidak main puzzle dulu, ngisi buku stickers. Kalau nggak, baca buku dulu atau paling tidak ayahnya harus cerita. Ceritanya macam ragam. Mulai dari cerita Siap Selem khas Bali atau I Gobrag, si katak buduk hingga Petter Rabit yang kebarat-baratan. Manik Angkeran juga kadang diceritakan sama ayah. 

Begitulah Lita, tumbuh makin besar, makin kritis. Selamat tidur Lita.  

Friday, September 12, 2008

Litamorfosis

Judul posting ini mungkin mengingatkan pelajaran biologi di kelas 1 SMP atau IPA kelas 5 SD tentang metamorfosis. Ide posting ini sama dengan itu yaitu terkait perubahan Lita dari lahir hingga umur 3 tahun. Ya, Lita merayakan ulang tahun yang ke-3 hari ini. Tiga tahun yang lalu, Lita lahir di RHW Sydney, NSW, Australia. Sepertinya baru kemaren sore hal itu terjadi.

Sekedar untuk bernostaligia, mari mengingat-ingat apa yang terjadi saat itu :) Pekak, Ninik, Kakung dan Mbah Putri datang dari Indonesia menyambut kedatangan Lita di dunia. Coba lihat kegiatan mereka di Sydney tiga tahun lalu. Tiga bulan pertama Lita adalah masa-masa yang menantang. Kami, orang tua baru, yang belum pengalaman, keluarga yang jauh di tanah air dan ayah yang sedang sibuh menulis tesis membuat perjuangan itu terasa sempurna kesulitannya :) Tapi dengan kegigihan dan kesabaran Ibu, akhirnya semua berhasil kita lewati.

Kini Lita tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan pintar [kalau bukan orang tuanya, siapa lagi yang harus memuji]. Kalau mau lihat perkembangan Lita, terutama secara fisik, coba perhatikan foto di bawah ini. Yang kiri adalah Lita berumur 1 bulan dan kanan adalah Lita saat ini. Jauh sekali bedanya kan? :) Kalau ingin melihat perkembangan Lita dari awal sampai akhir termasuk imunisasinya, perkembangan mentalnya, segala yang pertama, berat badan dll. Silahkan lihat LITAMORFOSIS.


 -------------------> 


Ini beberapa foto waktu Lita ulang tahun:

Lita cantik dengan baju baru hadiah dari Tante Dede, Om Krishna dan Alycia.

Entah [guyon] apa yang sedang terjadi Ayah sama Ibu tertawa lepas :)

Lita meniup Lilin, balapan sama Nina :)

Saturday, September 06, 2008

Lita ngeles :)

Perkembangan mental Lita yang paling nampak belakangan ini adalah kesenangannya berargumentasi atau dengan kata lain 'ngeles'. Selalu saja dia punya jawaban atau alasan kalau disuruh atau dilarang melakukan sesuatu.

Alasan yang paling sering dikemukakan pasti berpola "nggak, Lita cuma *** aja kok." Misalnya kalau dilarang nonton TV dekat-dekat, dia akan segera menggosok TV dan bilang "nggak kok, Lita cuma mau elus-elus TV aja" dan akhirnya mundur. Kalau diajak sikat gigi sama Ibu dan dia tidak mau, dia akan bilang "Lita mau sama ayah aja. Lita kangen sama ayah" padahal intinya dia ingin menunda sikat gigi :)) Kalau disuruh melakukan sesuatu dan dia tidak semangat, biasanya dia bilang "sudah kok" dan jika ditanya "kapan" dia pasti bilang "dua hari" :)) Kalau dia sedang akan melakukan sesuatu, misalnya mengganggu makanan atau lainnya dan dilarang, dia akan bilang "Nggak kok, Lita pula-pula aja" (maksudnya pura-pura). Begitulah, Lita sarat dengan argumenasi ala anak kecil.

Yang paling menggelikan. Pernah suatu saat Lita harus dilarang makan lolipop selama sekian lama karena sakit. Sementara itu di rumah ada sebungkus loli. Dia memagangnya dan begitu dikasih tahu dia menjawab "Nggak kok, Lita cuma pegang aja!" Saat menonton TV sambil megang bungkus loli, tangannya meniru gerakan gunting menggunting ujung kantong loli dan teriak kecil "cutting cutting cutting cutting" sambil melirik ayanya dengan senyum dikulum. Saya tahu ini maksudnya dia ingin membuka loli. Begitu dipelototi, dia bilang "Nggak kok, kan cuma pula-pula aja". Sejurus kemudian, ketika ayah ibunya sedikit lengah dia mengambil gunting. Begitu diteriaki "Lita, ingat lo janjinya!" Dia bilang "Nggak kok, kan Lita cuma pegang aja guntingnya" demikian seterusnya dia tidak berhenti hingga benar-benar sampai pada titik kritis dan terpaksa harus dihentikan dengan sedikit paksaan :))

Di kesempatan lain, Lita sudah boleh makan loli tetapi hanya satu setiap harinya. Ini tentu saja berlaku selama ibu ada di rumah dan ayah di kantor. Begitu ayah pulang, Lita datang menemui di kamar dan tiba-tiba menawarkan loli. Ayahnya yang kadang2 terlalu sibuk di depan komputer hanya bilang "makasih" dan tanpa pikir panjang menerima tawaran Lita. Ternyata ini adalah semacam sogokan sehingga Lita pun punya alasan untuk 'menemani' ayahnya makan loli. Begitu ibu datang dan memergoki, Lita akan bilang "Cuma dua aja kok" sambil menunjukkan jarinya. Memang harus hati-hati kalau Lita menawarkan sesutu sama ayahnya. Sometimes it is too good to be true :))

Friday, September 05, 2008

Nick Jr.

Karena pertimbangan hiburan yang tidak memadai, akhirnya kami memutuskan untuk berlangganan TV programs. Lita tentu saja adalah salah satu alasan utama mengapa perlu langganan. Lita dengan tingkat penasarannya yang tinggi memerlukan media untuk mengembangkan imajinasinya. Selain membaca buku, nonton TV tentu saja adalah sarana yang tepat. Walaupun dalam beberapa hal, TV bisa sangat mengganggu. Karena itulah kami harus lebih selektif.

Sejak berlangganan TV, Lita betah berlama-lama di depan TV menyaksikan program-program Nick Jr. Lazy Town, Dora, Diego, Curious George adalah beberapa yang sangat digemari Lita. Terus terang, adanya TV ini sedikit mengurangi waktu membaca, which is not good at all. Ibu nampaknya sedang mencoba menyeimbangkan ini, ya nggak Bu he he eh? 

Lita dengan cepat hafal adegan dan dialog beberapa program karena memang diulang-ulang. Dari situ setidaknya Lita belajar dua hal. Pertama adalah listening Bahasa Inggris. Nggak tahu deh, berapa nilai IELTS Lita nanti kalau dites 3 tahun lagi :)) Kedua, dia belajar petualangan dan nilai-nilai hidup sederhana meskipun itu berlatar belakang budaya barat. Oleh karena itu juga, Lita masih diceritai Siap Selem atau Gobrak yang berlatar belakang budaya Timur, khususnya Bali. Sekali waktu diceritain juga Loro Jongrang dan sejenisnya. Mudah-mudahan dengan ini Lita akan seimbang pemahamannya akan budaya timur dan barat.

Saturday, August 30, 2008

Kuningan di Wollongong

Ini hari raya besar Hindu pertama yang kita rayakan sejak di Wollongong. Mengingat waktu Galungan ayah baru tiba dari Belanda dan kebetulan juga hari kerja, maka yang dirayakan hanya Kuningan.

Kali ini, Kuningan dilewati bersama keluarga baru di Wollongong, Mbak Alit dan Anik yang sedang belajar di UoW. Merekalah yang selama ini menjadi keluarga Bali di sini. Dengan mereka kita sering kumpul dan cerita-cerita seputar kampung halaman. Banyak yang kami obrolkan kalau sedang bertemu, mulai dari guyon-guyon seputar jodoh, hingga hal serius seputar agama. Menyenangkan memiliki keluarga di rantau.

Kuningan ini, Mbak Alit dan Anik masak ayam betutu yang enak sekali, sementara keluarga kami seperti biasa masak sate dan lawar serta nasi kuning tentu saja. Silahkan lihat foto-foto makanan yang ada di bawah.

Acara tentu saja dimulai dengan sembahyang bersama, diawali dengan tri sandya dan dilanjutkan panca sembah serta nunas tirta. Karena sudah tidak tahan menahan lapar, kitapun langsung menyerbu hidangan yang sudah disiapkan. Kuningan kali ini bernar-benar berkesan, tidak saja karena sembahyang bersama, tetapi juga karena makannya yang khas Bali dan khas Kuningan :)

Berpose setelah foto bersama :)) untuk tidak melanggar privasi, silahkan pembaca menyimpulkan mana Mb Alit dan mana Anik. Keduanya cantik dan baik hati, cuma satu udah laku, yang satu lagi masih bingung memilih he he he.


Soda aturan ala Asti :) Sajen kontemporer di tengah keterbatasan sarana.


Ini hidangan khas Bali untuk Kuningan kemarin. Ada nasi kuning, sate lilit babi (maaf ini haram) lawar, sambel sere, goreng teri, kacang goreng dan tentu saja ayam betutu andalan. Ini jerih payah bersama :)

Tuesday, August 19, 2008

Ayah ke Eropa

Sudah jadi kebiasaan ayah pergi meninggalkan keluarga. Lita sepertinya juga sudah terbiasa ditinggal bahkan sejak dalam kandungan he he he. Kali ini, dari tanggal 5-19 Agustus 2008, ayah pergi ke Eropa untuk presentasi sebuah paper di Oslo, Norway dan kunjungan ke Jerman serta Belanda. Silahkan simak cerita lengkap kunjungan ini di blog ayah atau blog batas maritim, atau website resmi ayah di UGM :)

Ini berberapa foto yang diabadikan di tiga negara tersebut.



Ayah di Vigelansparken di Oslo, Norwegia


Ayah di kota tua di Heidelberg, Jerman


Waktu mampir ke Belanda ayah sempat menghadiri upacara bendera 17 Agustus. Saat itu Andre diundang dari Indonsia dan tampil menghibur masyarakat Indonesia di sana. Karena dia memaksa, terpaksa ayah mau berfoto :))

Wednesday, August 13, 2008

English or Bahasa Indonesia?

Menjalani hari-hari pertama di Wollongong, tidak mudah untuk memutuskan apakah akan berbahasa Inggris atau Indonesia dengan Lita. Hal ini lebih nampak rumitnya ketika Lita mulai sekolah dan full berbahasa Inggris di sekolah. Di satu sisi kami menginginkan Lita mencapai kemajuan bahasa dengan cepat, sementara di sisi lain kami khawatir Lita akan lupa sama sekali dengan bahasa Indonesia. Ketakutan ini mungkin tidak perlu kalau saja Pekak dan Ninik nya di Bali bisa berbahasa Inggris. Memang tidak banyak yang bisa diharapkan soal bahasa dari beliau yang bahkan tidak sempat menamatkan SD :)

Setelah dipertimbangkan dengan baik, akhirnya kami memilih untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia secara dominan di rumah. Alasannya sederhana saja, kami tidak ingin Lita lupa sama sekali dengan Bahasa Indonesia. Ini akan menyulitkan dia kelak kalau pulang ke tanah air :) Sementara itu,  sekali waktu kami mengajaknya berbahasa Inggris. Anak kecil memang luar biasa. Lita bisa mengerti Bahasa Inggris dengan cepat sekali. Seandainya saja kita orang dewasa bisa begitu he he. Dengan model ini, kelak ketika pulang dan dijemput Pekak, Ninik, Kakung dan Mbah Putrinya, Lita tetap bisa menyapa, dan tidak dengan "how are you?"

Friday, August 01, 2008

Alvin



Belakangan ini, kami sekeluarga memiliki kebiasaan menonton film Alvin and the Chipmunks.   Lita terutama, suka sekali dengan film ini dan menontonnya berkali-kali. Waktu belum punya DVD player, laptop ayahnya lah yang jadi bulan-bulanannya :)

Lita sampai hafal adegan dan dialognya, walaupun ketika itu dia belum begitu lancar berbahasa Inggris. Saking terobsesinya, Lita bahkan memberi peran Dav untuk ayahnya, Simon untuk dirinya dan Alvin untuk Ibu. Sedangkan Theodore diperankan oleh bonekanya. Memang ada-ada saja idenya Lita. 

Friday, July 25, 2008

Serba serbi Lita





Wollongong - Sydney

Pagi-pagi dalam kereta....
Menusuri lorong di central station
Lita pose di railway square
Bulan pertama tinggal di Wollongong kami paling sering menghabiskan weekend di Sydney terutama karena menjelang kepulangan nio sekeluarga ke tanah air. Sabtu pagi jam 6.45 kami udah harus berangkat dengan jalan kaki selama 40 menit menuju train station, bukan karena mau ngirit transport tapi memang belum ada bis lewat sepagi itu. Lita selalu semangat klo harus bangun pagi karena akan ketemu nio dan nina. Siapa lagi keluarga kami disini klo bukan keluarga mb wulan, bli ode, mb dana dan bli sujata. Di Wollongong sendiri kami juga sudah mulai mengenal komunitas Indo: keluarga mas Krisna, mb Linda, Mb Sylvy, Mas Kreshno, dll. Kami juga sudah berkenalan dengan tetangga sebelah kanan dan kiri: Keluarga Beth dengan 3 anak dan Keluarga Sheryl dengan 2 anak. Merekalah keluarga kami disini...

Tuesday, July 08, 2008

Aneka Resep Masakan

Berikut kumpulan resep baik yg didapat dari internet ataupun inovasi sendiri. Resep ini sudah diujicoba di dapur sydney maupun wollongong... Silakan mencoba, mudah-mudahan bermanfaat.

1. Rolade daging
2. Tempe Mendoan
3. Peyek Kulit Udang
4. Ayam Suwir Bumbu Matah
5. Kroket
6. Nagasari
7. Kering Tempe
8. Roti Sus
9. Bubur Ketan Hitam
10.Cendil
11. Lawar ayam
12. Sate Lilit
13. Tuna crumb
14. Sushi tuna


ROLADE DAGING [back to top]
Bahan:
½ kg daging cincang
2 butir telur kocok
½ sdt lada
¼ sdt pala
Garam secukupnya
Bawang merah goreng
2 butir telur dadar

Cara membuat:
1. Campur daging cincang dengan lada, pala dan garam, serta campur 2 butir telur kocok.
2. buat telur dadar tipis dan lebar dari 2 telur.
3. ratakan adonan daging di atas telur dadar setebal ± ½ cm, lalu gulung sampai habis.
4. kukus selama ± 30 menit
5. hidangkan dengan kentang goreng/panggang, salad dan sweet chili sauce
Sumber: buku masakan Royco

TEMPE MENDOAN [back to top]
Bahan:
250 gr tempe dipotong tipis2 ukuran 5x7x1/2 cm
2 siung bawang putih
½ sdt kencur bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
garam secukupnya
75 gr tepung beras
25 gr tepung kanji
air secukupnya
daun bawang/kucai iris tipis

Cara membuat:
1. haluskan bawang putih, kencur, ketumbar dan garam
2. campur dengan tepung kanji dan tepung beras
3. tambahkan air perlahan-lahan sampai adonan agak kental
4. masukkan daun bawang dalam adonan
5. masukkan tempe dalam adonan dan langsung digoreng dalam minyak panas sampai warna kecoklatan.
sumber: http://dapurmbakyu.ch

PEYEK KULIT UDANG [back to top]
Bahan:
½ kg tepung beras
100 gr kulit udang kering
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar bubuk
½ sdt kencur bubuk
4 butir kemiri
2 lembar daun jeruk, hilangkan batang tengah daun
5 sdm santan kental
air secukupnya

Cara membuat:
1. haluskan bawang putih, ketumbar, kencur, kemiri dan daun jeruk
2. masukkan dalam tepung beras dan kulit udang kering
3. tambahkan santan dan iar sampai adonan agak cair
4. siapkan minyak panas dalam wajan teflon (agar adonan tidak lengket)
5. tuangkan 1 sdm adonan dari bibir wajan sehinggang tipis, kmdn mirngkan sampai jatuh ke minyak.
6. lakukan sampai adonan habis.
Cttn: kulit udang kering dapat diganti dengan kacang tanah yang dipotong kecil
sumber: Ibu Indrawati (tetangga di Houston Rd)

AYAM SUWIR BUMBU MATAH [back to top]
Bahan:
½ kg ayam rebus disuwir-suwir
7 butir bawang merah / 1 siung bawang Bombay
2 batang serei bagian putihnya
5 cabai merah kecil
½ sdt terasi bakar/goreng
minyak goreng

Cara membuat:
1. bawang merah, serei dan cabai diiris kecil2
2. bumbu dicampur dengan terasi
3. bumbu disiram dengan minyak panas, campur
4. masukkan bumbu dalam ayam suwir
5. aduk dan siap saji
sumber: mBak Oka

KROKET [back to top]
Bahan:
200 gr daging cincang, sangrai
100 gr jamur kancing, potong kecil2
3 sdm mentega
¾ cup tepung terigu
2 gelas susu cair
1sdt garam
½ sdt lada
¼ sdt pala
tepung terigu
tepung panir/tepung roti
2 telur kocok

Cara membuat:
1. panaskan mentega sampai cair, masukkan terigu sambil diaduk
2. masukkan susu, aduk sampai kental
3. masukkan daging, jamur, lada, pala dan garam
4. aduk, matikan api dan diamkan sampai dingin
5. bentuk kepal2
6. gulingkan dalam terigu, kemudian masukkan dalam telur kocok dan terakhir gulirkan dalam tepung panir
7. goreng dalam minyak panas
sumber: http://dapurmbakyu.ch

NAGASARI [back to top]
Bahan:
3 buah pisang kepok, kukus, iris tipis
120 gr Tepung hunkwe
1cup/150 gr gula pasir
1 gelas/250 cc santan
4 gelas/1 l santan
½ sdt vanili
¼ sdt garam

Cara membuat:
1. campur tepung hunkwe dengan 250 cc santan, aduk sampai rata
2. masak dalam panci santan (1 l), gula pasir, vanili dan garam sampai mendidih
3. masukan adonan hunkwe pelan2, aduk sampai kental lalu angkat
4. diatas daun pisang/aluminium foil tuang 1 sdm adonan, kemudian pisang dan dititup lagi dengan 1 sdm adonan
5. bungkus berbentuk segi empat, tunggu sampai dingin, hidangkan
sumber: http://dapurmbakyu.ch

KERING TEMPE [back to top]
Bahan-bahan
• 300 gram tempe, iris tipis 1/2 cm x 3 cm, ikan teri medan dan kacang yang goreng kering
• 3 buah cabai merah, iris tipis, goreng, tiriskan
• 1 sendok makan bawang merah goreng
• 1 lembar daun salam
• 1 siung bawang putih
• 1/2 cm lengkuas
• 1 sendok teh asam
• 1 sendok teh garam
• 75 gram gula merah
• 50 cc air

Cara membuat
Haluskan bawang putih, lengkuas, asam, garam, dan gula merah, lalu tumis hingga harum.
Masukkan daun salam, tumis kembali, lalu beri air, masak kembali sampai kental, lalu kecilkan api.
Masukkan tempe, bawang merah goreng, dan cabai merah, aduk rata, angkat dari api.
sumber: http://dapurmbakyu.ch

ROTI SUS [back to top]

Bahan:
1 cup air
100 gr butter/mentega
1 cup tepung terigu
garam secukupnya
4 butir telur
1 cup susu
4 sdm gula pasir
1 sdt rum
4 sdm tepung kanji/maizena larutkan dalam 4 sdm air

cara membuat:
kulit: air dan butter rebus sampai cair, masukkan tepung sampai mengental, tambahkan sedikit garam. Matikan tunggu sampai agak dingin. Masukkan telur satu persatu, aduk sampai rata. Bentuk adonan bulat2 dalam baking tray, beri jarak antar roti. Panaskan oven 180°, panggang sampai 30-45 menit.
vla: panaskan susu,gula dan rum sampai mendidih, tuang larutan kanji, aduk sampai mengental. angkat.
Potong melintang kulit yg jadi, isi tengahnya denga 1 sdm vla. hidangkan
sumber: mBak Putu

BUBUR KETAN HITAM [back to top]

Bahan:
250 gr beras ketan hitam (rendam semalam)
100 gr gula merah
3 lbr daun pandan
garam sedikit
200 cc santan kental
garam sedikit

Cara membuat:
masukkan ketan hitam, gula merah dan pandan dalam panci dengan air sebanyak 3 ruas jari, masak sampai ketan matang. tambahkan garam.
masak santan dengan sedikit garam sampai mendidih.
Sajikan ketan hitam sdengan disiram santan.
sumber: Mbak Putu

TUNA CRUMB [back to top]

Bahan:
1 sdm tuna in oil
1 telur, kocok
5 sdm bread crumb
1 bh bawang putih, cincang
garam dan merica secukupnya
1 sdm margarin utk menggoreng

Caranya:
campur semua bahan jadi satu, goreng bentuk bulat2 sampai kuning kecoklatan.


Bahan:
1 can tuna in oil
2 telur, kocok
2 bh bawang putih, cincang
1/4 bombay, cincang
garam dan merica secukupnya
1 sdm margarin utk menumis
2-3 lbr nori
nasi (dari 2 cup beras) panas dicampur 2 lembar keju slice
soy sauce
mayyonaise
wortel rebus/cucumber
alat penggulung sushi

Cara:
Bawang putih dan bombay ditumis sampai harum, kemudian masukkan tuna. Tunggu sampai matang baru masukkan telur, diorak arik dan terakhir masukkan garam merica. Sisihkan dalam mangkuk.

Siapkan penggulung sushi, basahi tangan. Pasang nori diatasnya dg bagian mengkilat menghadap bawah. Letakkan nasi keju (pengganti nasi khusus sushi) diatasnya, sisakan 2 cm bagian akhir nori utk menempel pada ujungnya. Olesi soy sauce tipis diatasnya dan susun tuna dan wortel ditengah2 serta mayonnaise diatasnya. Gulung perlahan tapi kencang hingga bertemu ujung akhirnya. basahi bagian akhirnya dengan soy sauce/air agar lengket. Simpan di kulkas 30 menit dan diiris2 dengan pisau yg dibasahi.



Wednesday, June 25, 2008

Preschool buat Lita


Genap sebulan kami di Australia, akhirnya Lita ke sekolah juga. Senin, 23 Juni 2008 adalah hari pertama Lita masuk preschool... bukan lita yg deg-degan tapi ibunya.hehe

Sebenernya Lita udah dari hari pertama menginjakkan kaki di sydney sudah ada keinginan sekolah. Malah hampir setiap hari selama 2 minggu mengantar nio ke Pooh corner, child care nio... selalu tanya kapan lita sekolah kaya nio. Hampir tiap hari bahan pembicaraan kami, "klo lita sekolah....bla bla bla". Lita juga selalu ingat sekolah lita di Jogja, guru2 dan teman2nya. Ternyata urusan child care tak semudah membalikkan telapak tangan. Lita harus punya certificate of imunization, yang untuk mengurusnya, ayah harus bolos sehari untuk mendapat surat dari dokter Judith Salmon, dokter keluarga kami di Sydney. Berkat surat itu juga, dokter di wollongong mau memberikan surat serupa untuk Lita.

Pagi itu Lita bangun pagi dengan semangat... breakfast, mandi, dan siap2. Ibu selalu tekankan klo mo pipis bilang apa, mo pupu bilang apa, ingat 5 hal (no throwing away, no crying, no yelling, no fighting dan share) dan bla bla bla... menunjukkan kecemasan ibunya hehe. Lita pun menjawab dengan santainya.

Jalan dari rumah ke sekolah sekitar 15 menit dilalui lita dengan gembira sambil membawa tas koper mungil miliknya. Sampai di sekolah langsung lita diajak main ama miss Tara. Ibu menunggu sekitar 15 menit utk mengamati interaksi lita dan akhirnya pamitan ama Lita. Tak ada tangis seperti anak lain pertama masuk sekolah... cium dan say good bye.... Ibu pun menunggu telp dari rumah klo2 lita ada apa2, dan ternyata nihil. Jam 4.30 ibu menjemput Lita, dia masih masik bermain. Pertanyaan2 ibu tujukan ke miss melissa. Ternyata Lita tak nangis sedikitpun, pipis bilang, makan habis, cuman gak bobo siang karena bermain terus ama temannya. How surprise I am... pinter sekali anak ibu ini.... Sepanjang jalan pulang Lita bercerita teman2 dan gurunya. Ibupun siapkan hadiah colouring book untuk Lita atas keberaniannya sekolah. We Love U lita.....

Wednesday, May 28, 2008

Kembali ke Sydney


Sampai di Sydney Airport, Lita masih terkantuk-kantuk...

Pertemuan 3 anak manusia setelah 2 tahun berpisah, Lita-Nina-Nio


Kerinduan pada UNSW...

20 Mei akhirnya kami berangkat ke Sydney dengan menggunakan pesawat Garuda. Keberangkatan kali ini diantar pekak ama ninik, dan di bandara sempet ketemu borneo yg ingin nitip sesuatu juga paulien ma kadek yanng ingin ketemu lita. Perjalanan bisa dibilang lancar, lita yg kooperatif dan bagasi yg lewat dg selamat. Kali ini tidak ada penjemputan karena sampai pas weekday, gak papa naik taxi juga ok. Sementara alamat rumah yg kami tuju adalah rumah mbak Woelan, jadi ingat 2 tahun yang lalu kami juga menempati rumah tersebut. Hmmmm.... masih nampak sama, hanya dapur yg terlihat lebih baru dan isi rumah yg tertata rapi. Kami disambut mbak woelan dan Nio yang sudah menanti dari pagi. Kami agak telat same rumah karena sempat ketemu Bli Ode dan keluarga di bandara sebelum mereka berangkat ke bali... Hihihi lucu juga ya, yg satu datang yg lain pergi...
Nio dan Lita langsung akrab, jarang sekali terjadi pertengkaran, Seperti mereka tahu klo dulu pernah sempat bersama selama beberapa bulan. They're like brother and sister, beruntung ada Nio, Lita gak kerasa kesepian sama sekali disini. Setiap hari Lita mengantar Nio ke sekolah dan dilanjutkan jalan2 ke eastgarden ato ke whitelotus ato ke park...
Akhirnya ayah dapat rumah dan akhir minggu ini rencananya akan pindah ke Wolonggong. Kehidupan kita akan segera dimulai, mudah2an Lita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, ayah sekolah dengan baik dan ibu menjadi ibu dan istri yang baik. Om Avignam astu...

Monday, April 21, 2008

Lita Bilingual

Meskipun belum lancar sekali, pada dasarnya Lita sudah mulai Bilingual :)

Saturday, April 19, 2008

Monday, April 14, 2008

Ultah Pernikahan ke 5

Tepatnya 14 April 2003, ibu dan ayah resmi menikah setelah menjalani prosesi sejak seminggu sebelumnya. 7 April 2003, ayah dan rombongan 2 mobil dari Bali datang ke Jogja utk melamar ibu. Amat berkesan karena banyak orang berperan penting dalam kejadian ini: keluarga bali, keluarga jogja, kelompok arisan timur, mama vera, mama apip, teman-teman blunyah gede, dan keluarga RT... Rombongan pun harus mengambil jalan memutar untuk ke rumah. Kemudian ibupun diboyong ke bali, dengan tetep pake konde dan pakaian adat lengkap hikkk.... karena sesampai di Bali ibu dan ayah pun harus melalui prosesi sebelum masuk rumah.

Makna usia ke 5 pernikahan ayah dan ibu adalah kedewasaan cinta. Kami rayakan dengan makan bersama keluarga... Kejadian yg ingin ibu share, yang mungkin bisa dijadikan perenungan buat ayah dan ibu adalah tentang BUNGA. Bunga adalah bahasa cinta yang biasa ayah berikan pada ibu di hari2 istimewa kami. Pada hari ini pun Ibu menanti kejutan itu, ternyata kejutannya adalah tidak ada bunga :). Teman di kantor ibu kebetulan bilang usia perkawinan yg kritis itu di usia 5-7 tahun. Apakah benar? Mudah2an tidak buat ayah dan ibu... ayah adalah sosok suami yang penuh cinta, malah ibu sering mengalami intoksikasi cinta hehehe... Cinta kami saat ini lebih kami ungkapkan untuk putri tercinta Lita :) Itulah mengapa ibu menyebutnya kedewasaan cinta.... Semoga cinta kami akan selalu memberi kehangatan dalam keluarga kecil kami....

Love
ibu

Tambahan dari Ayah:
Maaf ya Bu... kali ini tidak ada bunga. Tapi kan ayah sudah mengajak ibu makan malam yang menghabiskan dana 7 kali jaga ujian he he he he. Meskipun ada sedikit perubahan, percayalah itu tidak terjadi pada sikap hidup. I love you.

Friday, April 11, 2008

Medical check-up

Sebagai persyaratan visa, kami sekeluarga harus melakukan medical check up dan di Jogja hanya ada satu klinik yang ditunjuk sebagai panel dokter oleh Australian Ambassy. Dokter yang ditunjuk memang dokter senior di FK Kedokteran, yang kualitasnya sungguh tidak diragukan lagi. Namun ada sedikit yang kurang dari klinik tersebut adalah peralatannya yang tua. Alat foto Ro nya aja berusia hampir sama dengan ibu, 28 tahun. Namun radiografernya sih bilang hasilnya masih bagus kok... entahlah. Alat pengukur tinggi badan yg digunakan tidak standard, bayangkan pertama diukur tinggi Lita 115 cm, hahhh.... how come? setelah sedikit protes dan minta diukur pake alat lain akhirnya jadi 89 cm... hah lega... Yang lain adalah laborannya. Sebelum giliran kami, ada seorang bayi yg diambil darah dari lengannya... tidak berhasil dan tangisan kencang bayi. Laboran pun ambil darah melalui jari dg dipstick, namun sayang karena mencet jempol kelamaan darah mengalir kemana2 termasuk mengenai telapak tangan laboran. Ini bukti laboran tidak memegang prinsip safety. Saya pun menegur secara halus ketika sudah giliran kami diperiksa. Jawabannya asal aja, gak papa bu, kan bukan darah patogen... Hah? How come dia tahu itu bukan darah patogen? siapa tahu bayi itu penderita HIV/Hepatitis dan ada luka kecil pada laboran?... Sang Laboran pun mengeluarkan keringat bercucuran.
Anyway, utk lab kami hanya diperiksa urin. Waktu Lita dan ibu pipis bersama, ada pertanyaan Lita yg kritis... kok botol ibu lebih kecil dari Lita, kan ibu udah besar... Tersentak ibu, bener juga ya... ibu hanya perhatikan no 3 utk Lita dan no 4 utk ibu... hehehe
Semua tes berhasil dilalui dalam beberapa jam saja... akhirnya.

UHT

Menjelang keberangkatan kami ke Australia, ibu udah harus mulai mencoba melatih Lita utk minum UHT walaupun agak mahal dibanding susu formula hehehe.... Sebaiknya sih emang direkomendasikan pake UHT dari awal, tapi ibu malas beli ke supermarket sering2 karena cepet habisnya. Tapi sekarang mau gak mau harus UHT daripada nanti Lita gak minum sama sekali di Ausie karena gak ada sufor. Sebagai tahap awal, ibu mecampur UHT:Sufor=1:3... Btw udah sebulan ini Lita juga udah minum pake gelas,... bye bye botol :) Reaksi pertama Lita minum susu campuran buatan ibu.... enakkkkk.... apalagi minumnya bareng ama ayah... asikkkk

Setelah seminggu, nanti akan ditambah perbandingannya UHT:Sufor=1:2. Seminggu kemudian 3:1 dan akhirnya UHT semua... Untungnya Lita juga senang makan keju slice jadi kebutuhan kalsium dan susu sangat cukup untuk Lita. She is a good girl and we love you.

Monday, April 07, 2008

Lamaran

Tepat lima tahun yang lalu serombongan orang berpakaian adat Bali beriringan dalam 3 mobil kijang mengusik ketenangan warga kampung Kembang di Maguwoharjo. Tidak melewati jalan biasa, ketiga mobil kijang ini memutar lewat belakang di dekat rel kereta untuk kemudian berhenti di jalan utama tidak jauh dari rumahIbu Putu. Para tukang parkir bersiaga, penyambut tamu pun nampak siap. Hari ini, putri ragil Ibu Putu akan dipersunting calon suaminya, seorang pemuda desa sederhana dari Tabanan Bali.

Rombongan ini datang dengan segala persiapan, langsung dari Bali dengan belasan anggota. Jalan memutar yang ditempuh tadi adalah prasyarat dari keluarga untuk menghindarkan mempelai dari segala marabahaya dan kesialan hidup yang tidak diinginkan. Hari itu adalah 7 April 2003, mitos-mitos ternyata masih berkuasa atas kedua keluarga yang putra-putrinya bahkan sudah sarjana itu. Begitulah hidup yang penuh kompromi, menyenangkan juga ketika dijalani dengan ikhlas, setidaknya menggelikan untuk diceritakan 5 tahun sesudahnya :)

Mengingat keluarga yang sederhana, pihak mempelai pria memutuskan untuk meminta bantuan Bapak Pande Kutanegara, seorang antropolog dari UGM sebagai wakil keluarga. Sementara itu, mempelai wanita mempercayakan perwakilannya kepada Bapak Putu Panji Sudira, seorang akademisi dari UNY. Terjadilah dialog elegan itu dan mengantarkan dokter muda yang cantik dan dosen muda tampan (hi hi hi) semakin dekat dengan pelaminan. Ternyata peristiwa bersejarah itu sudah berlalu lima tahun lalu dan kini cinta mereka sudah berbuah. Lita, gadis kecil yang entah kelak akan jadi dokter atau dosen. Mungkin juga jadi petani seperti Pekak dan Niniknya di desa terpencil di Tabanan. Entahlah :) Selamat ulang tahun cinta.

Lita mengenal warna

Sejak sering menonton siaran babytv, Lita belajar lebih cepat. Setelah mengenal berbagai bentuk termasuk jenis binatang, alat transportasi, peralatan rumah tanggal dll., kini Lita mulai mengenal warna dengan baik. Selain mengenal warna secara individu, Lita bahkan sudah tahu pencampuran warna, walaupun masih tebatas pada beberapa warna saja.

Kalau ditanya "Lita, kalau blue dicampur dengan yellow, jadinya apa?" Lita akan dengan sigap menjawab "gin" (maksudnya green). Tapi kalau ditanya biru dicampur kuning, jawabannya tetap gin, bukan hijau he he he. Lita juga tahu kalau red dicampur blue jadi purple dan red dicampur yellow jadi orange. Lucunya, Lita sering terbalik-balik ketika mengucapkan suatu kata. Orange (oren), misalnya sering berubah jadi eron, korek (kolek) tiba-tiba jadi kelok ha ha ah.

Lita juga sudah mengerti arti lampu lalu lintas. "Ayah masih red, artinya stop" katanya kalau kebetulan sedang berkendara di jalanan. Kalau ibu tanya "green artiny apa dik?" Lita akan menjawab "go". Semakin pintar saja Lita :)

Wednesday, April 02, 2008

Lita berbahasa Inggris

Sudah pernah kami ceritakan sebelumnya bahwa Lita sudah bersekolah di playgroup yang berbahasa Inggris. Meskipun kebanyakan gurunya berInggris logat Jawa, nampaknya ada kemajuan bagi Lita. Kalaupun ini bisa disebut kemajuan :) Sementara itu, kami tidak bersikeras mengajak Lita berbahasa Inggris di rumah karena kebetulan juga Ayah Ibunya nggak canggih-canggih amat bahasa Inggrisnya. Daripada nanti terjadi seperti lelucon di Sydney "What are you want?" lebih baik tidak usah saja :)

Meski begitu, Lita tetap sekali-sekali berbahasa Inggris. Dia menyebut susu dengan milk, mengatakan tidak dengan no. Meminta mbahnya untuk sit down di sebelahnya dan sebagainya. Mbahnya adalah orang yang paling bangga kalau Lita berbahasa Inggris. Biasa ini lagu lama antara nenek dan cucu he he he. Selain bangga, tentu saja mbahnya juga yang paling sering bingung kalau Lita keluar "gaya"nya berbahasa Inggris. Suatu kali lita pernah menyebut frog dan mbahnya bingung tidak mengerti. Begitulah.

Kalau ayahnya lagi keluar isengnya, kadang Lita dilayani juga dengan Bahasa Inggris. Kalau ayahnya bilang "Get me some water please", Lita sudah bisa membawakan segelas air mineral. Lumayan juga. Meskipun tidak kemudian jadi bangga, rasanya menyenangkan juga Lita bisa berbagai bahasa. We love you, Lita.

Tuesday, March 18, 2008

Penyesalan ibu....

Hari ini,
ibu mengakui penyesalan yang sangat dalam atas apa yang ibu lakukan pada Lita. Pagi ini seperti biasa persiapan Lita sebelum sekolah adalah sarapan. Lita benar-benar menguji kesabaran ibu, dengan makan diemut lama dan akhirnya dilepeh... sejam sudah ibu bersabar, hanya 2 suapan yang berhasil masuk perut dan yang lain nihil. Pikiran ibu juga tegang karena waktu tak bisa menunggu, ibu harus berangkat kerja.... alhasil kemarahan ibu terlampiaskan pada Lita... walaupun bukan dengan kekerasan, tapi nada suara ibu sangat tinggi...sangat tinggi... Lita pun terkejut diam dan menangis... Sebelum berangkat ibu sempat minta maaf sama Lita, tapi masih ada sisa penyesalan di hati ibu. Ibu akan berusaha lebih bersabar...

Mudah-mudahan Lita mengerti ibu sayang sama Lita.... Maafkan ibu nak...

Love
Ibu

Monday, March 17, 2008

Nanda dan Gita liburan di Jogja

Yang ditunggu-tunggu Lita akhirnya tiba, Kakak Nanda, Kakak Gita dan Mama liburan ke Jogja. Setelah tiga bulan berpisah, ketiga anak ini dipertemukan kembali. Lita, Nanda dan Gita tentu senang sekali. Nanda bahkan harus merelakan diri bolos dari sekolah untuk liburan ke Jogja. Tapi jangan khawatir, PR Kumon-nya tidak diabaikan. Setiap malam, Mama selalu setia menemani Nanda mengerjakan PR, bila perlu dengan ancaman-ancaman dan intimidasi kecil he he.

Acara di Jogja banyak jalan-jalannya, dan tentu saja ada acara "cekok", memberi obat jamu kepada anak2 supaya nafsu makannya bertambah. Ini langganan keluarga turun temurun, kata mbah. Selain itu, sempat juga mengunjungi Sekatenan melihat atraksi lumba-lumba, berang-berang dan singa laut. Setelah liburan kira2 seminggu, Nanda dan Gita dijemput papa yang datang ke Jogja sambil liburan panjang. Ini dia foto2 liburan.

Si Kembar Lita dan Gita. Mana Lita mana Gita?

Ultraman dan Spiderwomen: Pahlawan anak-anak masa kini :)

"Men Brayut" Mandi Bola :)

Kakak Nanda terbang

Lita ikut-ikutan terbang. Rambutnya keren seperti punk :)

Bersepeda bertiga di dalam rumah. Bisa dibayangkan stessnya Mbah Putri setelah ini :)

Bosan bersepeda, cari kesibukan lain: Mendandani Mbah Kakung :)

Thursday, March 13, 2008

Perkembangan Lita

Harus diakui, blog ini jarang sekali di-update. Meski begitu, bukan berarti kehidupan keluarga kami berhenti :) Lita tumbuh semakin besar, ayah tetap menjalankan keseharian jadi dosen di UGM sedangkan ibu bergabung kembali dengan PMPK UGM, menjadi peneliti.

Blog ini jarang diutak atik karena masing-masing memang sedikit sibuk. Ayah dan Ibu, walaupun setiap hari di depan komputer, memiliki tugas masing-masing yang harus didahulukan. Meski jarang diceritakan, kehidupan kami baik-baik saja kok :)

Lita masih tetap sekolah seperti biasa. Kata Bu Gurunya, Lita sudah mengerti percakapan Bahasa Inggris walaupun belum bisa menimpali dengan lancar. Satu dua kata sudah dia ucapkan dalam Bahasa Inggris, yang saya pribadi sebenarnya tidak prefer. Makanya ketika Ibu Gurunya menyarankan untuk mengajaknya berbahasa Inggris di rumah, saya hanya tersenyum. Jika semua lancar, sebentar lagi Lita akan berbahasa Inggris jauh lebih baik dari ayahnya. Kesulitan keluarga nanti mungkin justru dalam menjaga Bahasa Indonesianya. Sedapat mungkin kami tidak ingin hal ini menjadi parah.

Mungkin memang sudah nature-nya kalau orang tua akan membanggakan anaknya. Lepas dari itu, Lita memang anak yang istimewa di mata orang tuanya. Ketika umur 2 tahun, Lita sudah bisa mengelaborasi apa yang dia maksud dengan peragaan visual. Pernah suatu hari, ketika akan main kuda-kudaan dengan saya, dia minta sesuatu sebelum naik ke punggung saya. "Kuci mana", begitu terdengar dia berteriak. Kami semua kebetulan tidak mengerti sehingga bertanya-tanya. "Kuci itu lo yang untuk gini-gini", Lita mengejelaskan dengan mengambil sikap pura-pura duduk menaik turunkan tubuhnya. Kami semua tertawa karena menyadari yang dimaksudnya adalah kursi. Kursi itu akan digunakannya untuk naik ke punggung ayahnya. Walah Lita Lita...

Lita juga hafal nama-nama banyak orang secara lengkap. Nama yang dihafalkannya tentu saja nama diri sendiri, ayah, ibu, Kakak Nanda, dan Kakak Gita. Yang menarik, Lita juga hafal nama kakungnya secara lengkap. Selain nama, Lita juga hafal beberapa lagu Bahasa Inggris seperti ABC, Bingo, Twinkle2 Little Star, Head shoulders and toes, dll. Lita juga bisa menghitung dari 1 sampai 10 dalam dua bahasa.

Suatu hari pernah saya diajari bagaimana cara masuk di lorong sempit. Saya akan masuk di sela-sela mobil dan pintu garasi yang memang sempit. Waktu saya berjalan lurus biasa, dia manarik saya dan mengajari cara berjalan yang 'benar'. "Gini lo jalannya Yang.. gini lo" katanya sambil memperlihatkan gerakan jalan dengan tubuh miring sehingga gerakan menjadi ke samping bukan ke depan. Dengan begini tentu saja gerakan menjadi lebih mudah karena jarak antara tubuh saya dan mobil serta pintu menjadi lebih lebar. Lita Lita.. ada ada saja idenya :)

Benar kata orang, di umur menjelang 3 tahun, seorang anak menyerap sangat cepat dan menyimpannya dalam memori yang bisa permanen. Ibu pernah menasihati Lita agar tidak mengatakan "he eh" kalau mengatakan "ya". Hasilnya, Lita selalu memprotes siapa saja yang mengatakan "he eh". "Kok he eh sih, YA, gitu dong", katanya. Itu semua membuat kami harus lebih hati-hati mengatakan sesuatu.

Selain baiknya, kenakalannya tentu saja banyak. Salah satu yang susah hilang adalah makan yang sulit. Makannya dimut tapi tidak ditelan. Lita mungkin sudah hafal dengan istilah "kunyah telan ya" saking seringnya diucapkan. Lucunya, kalau melihat saya makan sekali waktu Lita datang dan berteriak "kunyah telan ya" dan kami semua tertawa.

Begitulah Lita. Cerdas dan nakal, at the same time. Kalau saya menyebutnya 'creative' :) Setidaknya bagi orang tuanya, dia begitu istimewa.

Saturday, February 02, 2008

Gemar membaca

Gemar membaca ternyata sudah bisa ditanamkan ke Lita sejak masih kecil...

Usia 1 tahun Lita sudah hapal dengan cerita Big Zebra di soft-booknya, walaupun belum bisa cerita lancar tapi Lita sudah bisa menirukan sebagian kata-katanya.
Usia 2 tahun, ibu belikan serial cerita binatang, ada 3 buku dan yang paling dihapalnya cerita Burung Gagak dan seekor rubah. Saking hapalnya sekarang gak perlu bukunya lagisudah bisa cerita sendiri. Melihat sudah habis ketiga buku itu dirobek Lita karena saking bosannya, ibu belikan serial buku binatang lain, ada 3 buku juga dan yang paling dihapalnya cerita ulang tahun Garo.
Kembali ke Jogja, lita diajak ayah ke Gramedia utk membeli buku pilihannya sendiri. Pilihan ibupun bisa ditolaknya klo dia gak suka dan akhirnya dipilihnya cerita suara apa itu dan Franklin pergi ke sekolah. Minggu lalu dia sudah bisa minta ayah untuk dibelikan Franklin dan peri gigi...
Apa rahasianya Lita gemar membaca? Mungkin cara kita bercerita dengan gambar yang menarik perhatiannya atau sesuai dengan kondisinya memudahkan Lita menyerap cerita dengan cepat... We Love You honey...

Gadis bali-ku

Menginjak usia 4 oton, lita semakin pintar bergaya ala "gadis bali". Beberapa foto yg sempat diabadikan ayah waktu di Bali.

Setelah upacara otonan, acara nglungsur banten dimeriahkan dengan aksi Lita yang ternyata sudah ada bakat "gresek" yg menurun dari ayahnya. Tempat daksina dipakainya untuk topi menari.... pakai handphone lagi...

Gadis bali satu ini cantik dengan kamboja di telinganya... walaupun sedikit gak cocok klo pakai tas gendong di belakangnya hehehe....

Foto gadis baliku dengan bunga yang lain, yang lebih besarrrrr, bunga sepatu... tetap cantik.