Monday, August 01, 2005

Pregnancy week 29 - 32

Pindahan Rumah
Dalam rangka menyambut kehadiran baby kami tercinta, kami memutuskan pindah rumah(Rumah Mbak Oka) mulai tgl 30 Juli ini. Alasan kami pindah tuh rumah baru ini lebih besar (ortu datang bisa muat) trus sirkulasi udaranya bagus. Untuk sementara sampai akhir Sept ini kami masih share ama Mbak Oka, selanjutnya kami masih harus mikirin siapa yg bisa diajak share. Rumah ini cukup besar dengan 2 bedroom, laundry room, living room, dining room, big kitchen dan bathroom, juga lock-up garrage. Semua udah fully-furnished neh. Hehe kok jadi iklan rumah ya :)
Pindahan rumah kemaren cukup melelahkan terutama buat Bli Andi, soalnya Asti gak bisa banyak bantu, takut kecapekan. Tapi sukurlah semua berjalan dengan lancar.

Ceck-up forthnightly
Setelah melewati mgg 28, ceckup dilakukan tiap 2 mgg sampai umur kehamilan 36 mgg. Sebenernya bisa dilakukan di GP tapi saat itu GP kami (dr Judith Salmon) sedang ke luar negeri, jadi harus ke RS. Mengingat hasil USG terakhir (mgg 18) yg mengatakan plasenta masih dibawah (low lying placenta) maka dr di RS menjadwalkan USG ulang pada mgg 34 utk konfirmasi kondisi terakhir. Low lying placenta pada mgg 18 sebenarnya masih bisa dibilang sering terjadi, seiring dengan berjalannya waktu plasenta akan naik dan posisi bayi akan normal. Hanya bila Low Lying plasenta ini menetap sampai UK 34 mgg, sudah bisa dikatakan Plasenta Previa. Plasenta Previa adalah pLasenta yang menutupi jalan lahir, bisa partial (marginal) atau totalis.Kondisi ini menyebabkan posisi janin melintang. Resiko utama pada kondisi ini adalah perdarahan. Jadi Asti harus hati2 sekali...

Tes Gula darah
Setelah mgg 28 dilakukan tes kadar glukosa. Sebenarnya ada 2 macam test yaitu 60GTT (khusus untuk ibu hamil) dan 75GTT (untuk orang biasa), dimana letak perbedaannya pada ibu hamil tidak dilakukan diet ketat (puasa) sebelumnya. Hasilnya kadar gula asti masih dalam range normal :3,6 - 8,5 - 6,8

Perpisahan dengan dr Judith

bersamajudith Posted by Picasa

Karena kondisi Asti yang bisa dibilang tidak normal, akhirnya Judith menyerahkan sepenuhnya ceck-up forthnightly dan weekly ke spesialis agar mudah dipantau perkembangannya. Jadilah sedikit perpisahan dengannya... hikks.

No comments: